Aceh Tamiang, KalibrasiNews.com – Kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto ke Sumatra kembali dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana. Presiden menegaskan keinginannya agar masyarakat di wilayah terdampak dapat segera kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa fokus utama Presiden adalah memastikan agenda pemulihan berjalan tanpa hambatan dan sesuai target. “Intinya, beliau ingin kembali memastikan seluruh proses dapat dijalankan secepat-cepatnya,” ujar Prasetyo pada Kamis (1/1).
Prasetyo menambahkan, Presiden juga meminta jajaran terkait untuk tidak menunda penyelesaian persoalan yang muncul selama tahap pemulihan berlangsung. Salah satu perhatian utama adalah aspirasi pemerintah daerah yang mendorong percepatan normalisasi sungai di kawasan terdampak bencana.
Isu normalisasi sungai tersebut mengemuka saat Presiden memimpin rapat koordinasi usai meninjau hunian sementara yang dibangun Danantara di Aceh Tamiang. Langkah ini dinilai penting guna mendukung keberlanjutan pemulihan serta meminimalkan risiko bencana serupa di masa mendatang.
Hadir dalam rapat koordinasi 10 anggota Kabinet Merah Putih, 15 direktur utama BUMN, gubernur dan wakil gubernur Aceh, serta Bupati Aceh Tamiang.
Percepatan pembersihan dan normalisasi sungai penting untuk mengantisipasi banjir susulan akibat tingginya intensitas hujan.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan sejumlah sungai di wilayah terdampak bencana mengalami pendangkalan dan perubahan alur. Hal ini berpotensi meluap saat hujan deras.
“Karena kondisi sedimen di sungai dan beberapa alurnya berubah total, daya tampung sungai yang sebelumnya masih bisa menahan hujan, kini berkurang dan berpotensi meluap,” ujar Aam, sapaan Muhari, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/12/2025) lalu.(Emil)



