PADANG PANJANG, Kalibrasinews.com — Kabar duka datang dari kawasan Danau Singkarak yakni di Muaro Samuik, Nagari Padang Laweh, Nagari Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin (23/3/2026).
Peristiwa ini sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar yang turut merasa kehilangan atas kejadian tersebut. Danau Singkarak yang biasanya menjadi tempat rekreasi keluarga kini berubah menjadi tempat duka, menyisakan kesedihan mendalam bagi warga yang mengenal korban maupun yang berada di sekitar kawasan tersebut saat kejadian berlangsung.
Rilis Humas Polres Padang Panjang yang diterima redaksi menyebutkan seorang murid SD inisial FAA (7), warga Nagari Paninjauan, ditemukan sudah tak bernyawa menyusul laporan bahwa ada korban tenggelam saat berenang di kawasan Danau Singkarak.
Informasi mengenai kejadian di Danau Singkarak dengan cepat menyebar di tengah masyarakat, baik melalui percakapan langsung maupun media sosial. Banyak pihak yang menyampaikan rasa belasungkawa serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini.
Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi melalui Kapolsek Batipuh Selatan Ipda Saiful Bahri menjelaskan semula korban datang ke lokasi bersama kedua orang tua dan keluarga besarnya dari Paninjauan menggunakan mobil dump truck.
Kedatangan keluarga ke lokasi tersebut awalnya bertujuan untuk menikmati waktu bersama di akhir pekan. Namun, suasana kebersamaan yang semula penuh keceriaan berubah menjadi kepanikan ketika korban tidak lagi terlihat di permukaan air, memicu upaya pencarian yang dilakukan secara spontan oleh keluarga dan warga sekitar.
“Setibanya di lokasi (TKP) korban bersama saudaranya berenang di Danau Singkarak. Tidak lama kemudian, salah seorang saudaranya melaporkan kepada kakak korban bahwa FAA tenggelam sekitar pukul 12.00 WIB,” ungkap Ipda Saiful Bahri.
Kondisi Danau Singkarak yang cukup dalam serta visibilitas air yang terbatas diduga menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses pencarian pada tahap awal. Selain itu, kurangnya alat keselamatan di sekitar lokasi juga menjadi perhatian, mengingat kawasan tersebut kerap dikunjungi oleh masyarakat untuk beraktivitas di tepi danau.
Seusai menerima laporan lantas Kapolsek Batipuh selatan Ipda Saiful Bahri bersama personel Polsek Batipuh Selatan, masyarakat bersama tim SAR, Brimob, dan TNI segera melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur bekerja secara maksimal dengan membagi area pencarian menjadi beberapa titik. Upaya penyisiran dilakukan baik di permukaan maupun di dalam air dengan menggunakan peralatan yang tersedia, sementara warga setempat turut membantu memberikan informasi terkait kondisi lokasi.
Selama kurang lima jam upaya pencarian korban oleh segenap tim gabungan akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada Senin sekira pukul 17.20 WIB dalam kondisi tidak bernyawa.
Penemuan korban dalam kondisi tersebut semakin memperdalam duka yang dirasakan oleh keluarga. Tangis haru pecah di lokasi ketika jenazah berhasil diangkat ke daratan, menandai berakhirnya proses pencarian yang penuh harap sekaligus menyisakan kesedihan mendalam bagi semua pihak yang terlibat.
Adapun lokasi penemuan tidak jauh dari titik awal korban berenang bersama saudaranya. Selanjutnya, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Padang Panjang untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak keluarga menerima kejadian ini dengan penuh kesedihan, namun berusaha tegar menghadapi kenyataan yang terjadi. Dukungan dari kerabat dan masyarakat sekitar menjadi penguat bagi keluarga untuk melalui masa sulit tersebut, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dalam setiap aktivitas di perairan.
Pihak berwenang termasuk kepolisian kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di kawasan perairan. Utamanya, guna mencegah serta mengantisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat luas agar lebih memperhatikan faktor keselamatan, khususnya bagi anak-anak yang bermain di area perairan terbuka. Penggunaan alat pelindung serta pengawasan yang ketat menjadi langkah penting dalam meminimalisir risiko kecelakaan serupa di masa mendatang.
Selain itu, diperlukan juga perhatian dari pihak terkait untuk meningkatkan fasilitas keselamatan di kawasan wisata alam seperti Danau Singkarak. Dengan adanya rambu peringatan, pengawasan petugas, serta edukasi kepada pengunjung, diharapkan keamanan di lokasi wisata dapat lebih terjamin dan peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
(rel)



