Hunian Layak Jadi Harapan Warga Bantaran Rel dan Rezeki Pekerja Proyek

JAKARTA, Kalibrasinews.com – Pembangunan hunian layak bagi warga bantaran rel yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang lebih manusiawi, tetapi juga membuka peluang kerja serta menghadirkan harapan baru bagi para pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut.

Siaran pers (press release) Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang diterima redaksi Sabtu (18/4/2026) menyebutkan dari penuturan Riko Pratama (28), seorang pekerja asal Bogor yang kini terlibat dalam pembangunan hunian di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Di tengah aktivitas proyek, Riko melihat langsung bagaimana pembangunan ini memberi dampak nyata, baik bagi masyarakat penerima manfaat maupun pekerja seperti dirinya.

“Senang bisa membantu, berkontribusi atas proyek pembangunan untuk rumah-rumah yang awalnya kurang layak menjadi layak lagi di tempati,” papar Riko disela pekerjaannya di Proyek Hunian Senen, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026).

Proyek hunian ini dibangun dalam skala besar dengan total 324 unit, yang terbagi ke dalam dua zona, yakni 198 unit di bagian depan dan 126 unit di bagian belakang.

(Foto: Bakom RI)
Pembangunan tersebut melibatkan sejumlah BUMN karya, dengan HK

Pembangunan tersebut melibatkan sejumlah BUMN karya, dengan HK mengerjakan 113 unit, PP sebanyak 101 unit, dan WIKA sebanyak 110 unit.

Setiap unit hunian dilengkapi fasilitas dasar seperti toilet, dua kasur, dan lemari. Sementara itu, kawasan hunian juga didukung fasilitas komunal seperti musholla, dapur umum, drainase, jalan akses, listrik, serta air bersih.

Fasilitas umum lainnya meliputi toilet umum, ruang komunal, taman bermain, hingga area parkir motor.

Keberadaan fasilitas dasar dan fasilitas komunal tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk lingkungan hunian yang lebih layak, bukan sekadar menyediakan tempat tinggal sementara.

Dengan dukungan sarana dasar yang lebih memadai, warga penerima manfaat diharapkan memiliki kualitas hidup yang lebih baik, termasuk dari sisi kesehatan, kenyamanan, dan keamanan lingkungan.

Dalam konteks yang lebih luas, pembangunan hunian seperti ini juga mencerminkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penataan kehidupan masyarakat secara lebih berkelanjutan.

Bagi Riko, proyek ini memiliki makna lebih dari sekadar pekerjaan. Ia yang terbiasa berpindah dari satu proyek ke proyek lain merasa bahwa pembangunan kali ini memberi dampak yang lebih terasa.

Sebelum terlibat di Jakarta, Riko baru saja menyelesaikan proyek di Kalimantan, serta sebelumnya turut membangun hunian sementara bagi korban bencana di Aceh dan Tamiang.

Awalnya, ia tidak mengetahui adanya pembangunan hunian untuk warga bantaran rel di Jakarta. Namun, setelah melihat langsung kondisi di lapangan, ia menyadari pentingnya proyek tersebut.

Baca Juga  Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja BUMN, Laba SIG Melonjak 408,9 Persen

“Alhamdulillah senang. Awalnya saya kurang tahu kalau di Jakarta ada pembuatan hunian sementara. Ternyata pas datang bangun rumah yang kurang layak,” jelasnya.

“Dari situ saya senang bisa membantu dan saya juga senang bisa bekerja di sini untuk mendapatkan hasil Alhamdulillah,” sambungnya.

Pengalaman itu membuat Riko melihat pekerjaannya sebagai bagian dari perubahan yang lebih besar. Ia berharap program pembangunan hunian layak ini dapat terus diperluas, terutama untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil.

“Harapannya untuk ke depan mungkin diperbanyak lagi program-program seperti ini. Karena masih banyak juga dari pelosok-pelosok yang rumahnya kurang layak untuk ditempati. Mungkin bisa dibuatkan program seperti ini terus lanjut,” ungkapnya.

Selain memberi manfaat bagi masyarakat, proyek ini juga menjadi sumber penghidupan bagi para pekerja. Riko pun berharap keberlanjutan proyek serupa dapat terus terjaga.

Dari sisi ekonomi, proyek pembangunan ini juga menunjukkan adanya efek berganda karena tidak hanya memberi manfaat langsung bagi warga yang akan menempati hunian, tetapi turut menciptakan aktivitas kerja bagi tenaga konstruksi yang terlibat.

Dampak seperti ini menjadi penting karena pembangunan infrastruktur sosial pada saat yang sama dapat membuka peluang penghasilan bagi pekerja, menjaga keberlangsungan pekerjaan, dan mendorong perputaran ekonomi di sekitar proyek.

Nilai tambah semacam ini memperkuat bahwa manfaat pembangunan tidak berhenti pada hasil akhir berupa bangunan, tetapi juga hadir selama proses pengerjaannya berlangsung.

“Biar kita juga sebagai pekerja ya berjalan dengan lancar dan lama lah untuk pekerjaan. Jadi agar manjang terus, (dapat kerja),” jelasnya

Di akhir, ia menyampaikan doa dan harapannya kepada Presiden Prabowo Subianto agar program pembangunan berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Doa untuk Pak Presiden semoga selalu dilancarkan. Jauhkan dari segala bahaya dan kesirikan (iri) lah. Programnya juga bisa berjalan dengan lancar. Semuanya bisa tepat sasaran,” pungkasnya.

Pengalaman yang disampaikan Riko memperlihatkan bahwa pembangunan hunian layak tidak hanya menghadirkan harapan bagi warga bantaran rel untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih manusiawi, tetapi juga membawa makna bagi para pekerja yang ikut terlibat di dalamnya.

Dari aspek sosial, ekonomi, hingga keberlanjutan program, proyek ini menunjukkan dampak yang lebih luas daripada sekadar pembangunan fisik.

Dengan manfaat yang dirasakan di berbagai sisi, program hunian layak dinilai menjadi salah satu upaya yang memberi peluang perubahan nyata bagi masyarakat penerima manfaat maupun pekerja yang menggantungkan penghidupan pada proyek pembangunan tersebut.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini