Konferkab PWI Pasaman Tetapkan Novra Nurman, Ini Pesan Widya Navies

PADANG, Kalibrasinews.com – Novra Nurman terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pasaman periode 2026–2029 dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) yang digelar di Kantor PWI Sumbar, Jalan Bagindo Azizchan 8A, Kota Padang, Sabtu (24/10/2026).

Setelah penetapan tersebut, Ketua PWI Sumbar Widya Navies mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan organisasi serta menjalankan proses penerimaan anggota sesuai ketentuan.

Konferkab kali ini diikuti dua kandidat, yakni Novra Nurman dan Suci Murtia, yang sebelumnya telah lolos dan ditetapkan dalam daftar calon ketua.

Rangkaian konferensi berlangsung melalui sejumlah tahapan, termasuk pleno III yang membahas laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Hendra Syahputra.

Pembahasan tersebut berjalan dinamis sebelum peserta melanjutkan agenda ke tahap berikutnya.

Memasuki pleno IV, panitia memberikan kesempatan kepada kedua kandidat untuk bermusyawarah guna mencapai kesepakatan dalam menentukan kepemimpinan PWI Kabupaten Pasaman untuk tiga tahun ke depan.

Musyawarah menjadi bagian dari proses konferensi sebelum pemilihan ketua dilakukan.

Dalam proses tersebut, Suci Murtia diminta peserta konferensi menjelaskan alasan pengunduran dirinya sebelum pemilihan.

Ia menyampaikan bahwa alasan utama dirinya mundur adalah karena domisili tetapnya bukan di Kabupaten Pasaman, meskipun ia tercatat sebagai anggota PWI dan berasal dari daerah tersebut.

Setelah Suci mengundurkan diri, Novra menjadi satu-satunya kandidat yang tersisa dan akhirnya ditetapkan sebagai ketua secara aklamasi.

Sidang konferensi dipimpin Hendra Syahputra bersama Oki dan Nef.

Hasil tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru PWI Pasaman untuk periode 2026–2029.

Widya Navies Tekankan Kekompakan dan Proses OKK

Ketua PWI Sumbar Widya Navies dalam arahannya meminta kepengurusan baru menjaga kekompakan serta soliditas organisasi.

Menurutnya, kebersamaan merupakan modal penting untuk menjalankan roda organisasi dan memperkuat peran PWI dalam mendorong profesionalisme wartawan.

“Saya berharap agar menjadi perhatian utama bagi kepengurusan baru yakni dalam membangun organisasi yang solid, profesional, dan berintegritas,” ujar Ketua Widya Navies.

Widya juga menekankan arti penting rekomendasi dari ketua PWI kabupaten atau kota bagi calon peserta yang hendak mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK).

Baca Juga  Hari Ibu bagi IKWI Sumbar: Cinta Tulus, Semangat Menyala Luar Biasa

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam proses calon anggota bergabung dengan organisasi wartawan tertua di Indonesia.

OKK merupakan sarana pengenalan terhadap dunia kewartawanan dan tata kelola organisasi.

Melalui orientasi ini, calon anggota diharapkan memahami tugas dan tanggung jawab wartawan, ketentuan organisasi, serta aturan yang berlaku di lingkungan PWI.

Karena itu, proses penerimaan anggota perlu mengikuti mekanisme organisasi agar pemahaman terhadap profesi dan keanggotaan dibangun sejak awal.

Dalam menjalankan kepengurusan, beberapa hal yang menjadi perhatian PWI Pasaman antara lain:

  • Menjaga kekompakan dan komunikasi antaranggota agar kegiatan organisasi berjalan baik.
  • Mendorong profesionalisme wartawan dengan berpedoman pada kode etik jurnalistik.
  • Memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan anggota melalui kerja organisasi yang solid.
  • Memastikan proses penerimaan anggota baru mengikuti ketentuan PWI, termasuk tahapan OKK.

Kepengurusan baru diharapkan tidak hanya menjalankan agenda organisasi, tetapi juga membangun suasana yang mendukung kerja jurnalistik yang profesional dan bertanggung jawab.

Komunikasi internal yang baik diperlukan agar anggota dapat menyampaikan aspirasi serta ikut berkontribusi dalam kegiatan organisasi.

Terpilihnya Novra Nurman diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan wartawan di Kabupaten Pasaman.

Kepemimpinan periode 2026–2029 juga diharapkan memberi perhatian terhadap kebutuhan anggota, mempererat solidaritas, dan mendorong peningkatan kualitas jurnalistik sesuai kode etik.

Tantangan kepengurusan ke depan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan program, tetapi juga menjaga keterlibatan anggota dalam kegiatan bersama.

Forum organisasi dapat menjadi ruang untuk bertukar pandangan dan membahas kebutuhan wartawan di daerah.

Dengan komunikasi yang terjaga, pengurus dan anggota diharapkan bisa menyusun langkah sesuai kebutuhan organisasi tanpa mengabaikan prinsip profesionalisme dan etika jurnalistik.

Konferkab PWI Kabupaten Pasaman menjadi bagian dari proses organisasi untuk menentukan kepemimpinan sekaligus mengevaluasi pertanggungjawaban pengurus sebelumnya.

Dengan terpilihnya ketua baru, PWI Pasaman diharapkan melanjutkan penguatan organisasi melalui kerja bersama, komunikasi terbuka, dan komitmen terhadap profesionalisme pers.

Konsistensi menjalankan prinsip organisasi juga menjadi bagian penting agar kehadiran PWI dapat memberi manfaat bagi anggotanya dan mendukung kehidupan pers di daerah.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini