PADANG, KalibrasiNews.com – Pembalap Red Bull, Isack Hadjar, menilai Max Verstappen berpeluang memenangi Grand Prix Singapura dengan selisih lebih besar jika mengendarai Ferrari.
Menurutnya, Red Bull belum memiliki mobil tercepat di grid, meskipun Verstappen tampil dominan di Sirkuit Marina Bay dan berhasil memenangi balapan sprint serta grand prix.
Verstappen datang ke Grand Prix Amerika Serikat dengan modal dua kemenangan beruntun, termasuk di GP Bahrain dan Singapura.
Di Marina Bay, pembalap asal Belanda tersebut merebut pole position untuk sprint dan balapan utama, lalu mengamankan kemenangan di kedua ajang tersebut.
Pada balapan utama, ia finis 7,3 detik di depan Charles Leclerc yang menempati posisi kedua.
Hasil itu memunculkan anggapan bahwa Red Bull kini memiliki paket mobil paling kompetitif dibandingkan para rivalnya.
Namun, Hadjar tidak sepakat jika kemenangan tersebut langsung dianggap sebagai bukti bahwa timnya sudah memiliki mobil tercepat.
Dalam konferensi pers pembalap di Austin, ia menegaskan mobil Red Bull masih sulit dikendalikan dan performanya tidak selalu paling unggul di setiap sirkuit.
“Tidak, karena menurut saya mobil ini masih sangat sulit dikendarai. Di Malaysia, mobilnya memang dominan, tetapi saya tidak merasa di Singapura mobil kami yang paling cepat,” ujar Hadjar.
Ketika ditanya mengapa ia berpandangan demikian, meski Verstappen menang dengan selisih cukup nyaman atas Leclerc, Hadjar tetap berpegang pada penilaiannya.
Ia bahkan menyebut Ferrari bisa memberi Verstappen peluang untuk meraih kemenangan yang lebih meyakinkan.
“Begitulah yang saya yakini. Menurut saya, jika Max mengendarai Ferrari, dia akan memenangi balapan dengan selisih yang lebih besar. Itu pendapat saya,” kata pembalap Prancis-Aljazair tersebut.
Hadjar Sebut Verstappen Memaksimalkan Setiap Peluang

Pembalap Red Bull, Isack Hadjar.
Hadjar menilai kemenangan Verstappen bukan semata-mata hasil dari keunggulan mobil Red Bull.
Menurutnya, sang juara dunia mampu memaksimalkan setiap peluang yang tersedia, termasuk saat kualifikasi dan ketika menghadapi kondisi ban para rivalnya.
“Dia meraih pole position dengan selisih hanya setengah persepuluh detik. Ferrari tidak memiliki ban baru untuk digunakan saat balapan, khususnya ban soft, dan itu juga memberikan pengaruh. Max memaksimalkan semua peluangnya, membuat perbedaan pada Q3, dan itu sudah cukup,” jelas Hadjar.
Menurut Hadjar, detail kecil seperti hasil kualifikasi dan ketersediaan ban dapat memengaruhi hasil akhir balapan.
Posisi start terdepan memberi Verstappen keuntungan untuk mengendalikan jalannya lomba, sementara kondisi ban Ferrari menjadi salah satu faktor yang menurutnya perlu diperhitungkan ketika menilai perbedaan performa kedua tim.
Oscar Piastri, yang menghadiri konferensi pers bersama Hadjar, memberikan pandangan berbeda mengenai perkembangan Red Bull.
Pembalap McLaren tersebut menyebut peningkatan mobil Red Bull yang diperkenalkan pada GP Azerbaijan memiliki dampak sangat kuat.
Ia menilai Red Bull telah menjadi mobil yang paling konsisten cepat dalam beberapa balapan terakhir.
Pandangan Piastri memperlihatkan bahwa performa Red Bull mulai mendapat perhatian serius dari para pesaing, meskipun Hadjar tidak menganggap timnya sebagai pemilik mobil tercepat di Singapura.
Perbedaan penilaian ini juga menunjukkan bahwa performa mobil tidak selalu bisa dinilai hanya dari hasil satu akhir pekan. Karakter sirkuit, strategi, ban, dan eksekusi pembalap dapat ikut menentukan hasil.
Dengan enam seri tersisa, persaingan kejuaraan konstruktor dan pembalap masih berlangsung.
Red Bull menempati posisi keempat klasemen konstruktor, terpaut tujuh poin dari McLaren yang berada di peringkat ketiga.
Jarak tersebut membuat setiap hasil balapan berikutnya penting bagi upaya Red Bull memperbaiki posisi tim.
Di klasemen pembalap, Verstappen juga berada di posisi keempat dengan koleksi 221 poin.
Ia terus mendekati Lewis Hamilton yang menempati peringkat ketiga dengan 229 poin.
Selisih delapan poin membuat peluang untuk naik peringkat masih terbuka dalam enam balapan tersisa.
Sementara itu, Hadjar berada di posisi kedelapan dengan 97 poin.
Persaingan di penghujung musim akan menguji konsistensi setiap tim, terutama saat mereka berusaha mengubah peningkatan performa menjadi hasil nyata.
Bagi Red Bull, kemenangan Verstappen di Singapura menjadi modal penting, tetapi pandangan Hadjar menunjukkan bahwa tim tersebut masih perlu membuktikan keunggulan mobilnya secara konsisten hingga akhir musim.(net)



