PADANG, Kalibrasinews.com – Irwasda Polda Sumbar Kombes Pol. Bambang Purwanto menggelar program Jumat Keliling di Masjid Ashliyah, Pasar Usang, Padang Panjang.
Agenda ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Langkah strategis dari jajaran Polda Sumbar ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam mengedepankan transparansi publik, sekaligus meningkatkan standar pelayanan hingga ke tingkat bawah.
Kegiatan safari keagamaan yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi, SIK, MIK, beserta jajaran Pejabat Utama (PJU), Kapolsek, dan personel Polres Padang Panjang.
Turut hadir pula Ketua KAN Bukit Surungan Faiz Fauzan El Muhammady Dt. Bagindo Marajo, Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri Fauziah Fauzan El Muhammady, S.E., Akt., M.Si., serta sekitar 100 jamaah setempat yang mengikuti seluruh jalannya kegiatan dengan penuh antusiasme.
Rangkaian agenda jajaran Polda Sumbar ini diawali dengan ibadah salat Jumat berjamaah yang diisi khotbah oleh Ustaz Drs. H. Alizarchan, M.Ag., Dt. Sindo Nan Tongga.
Usai salat, kegiatan berlanjut dengan dialog interaktif dan foto bersama sebagai wujud keterbukaan kepolisian terhadap warga lokal.
Forum diskusi santai ini memberikan kesempatan bagi warga untuk menyuarakan secara langsung berbagai keluhan dan pandangan terkait kondisi keamanan lingkungan harian di wilayah hukum Polres Padang Panjang.
Rilis resmi Humas Polres Padang Panjang yang diterima redaksi pada Sabtu (17/10/2026) menyebutkan rombongan perwakilan Polda Sumbar kemudian melaksanakan makan siang bersama di gedung utama Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang.
Setelah itu, rombongan meninjau lingkungan kampus perguruan tersebut, menghadiri jamuan adat di Kantor KAN Bukit Surungan, dan ditutup dengan pelaksanaan salat Ashar berjamaah.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi saluran komunikasi yang efektif dalam menyerap aspirasi warga secara langsung.
Pendekatan persuasif berbasis kearifan lokal ini dinilai jauh lebih efektif dan berdampak positif ketimbang penanganan hukum formal di lapangan.
Sinergi Kepolisian dan Tokoh Masyarakat Menjaga Kondusivitas
Guna memelihara stabilitas kamtibmas, jajaran Polda Sumbar mendorong kolaborasi aktif dengan tokoh agama dan pimpinan adat.
Langkah ini disesuaikan dengan nilai-nilai filosofi Minangkabau yang kental di Kota Padang Panjang:
-
Pentingnya Keterbukaan Polisi terhadap Masyarakat: Polisi bertindak sebagai pelindung yang siap mendengarkan aspirasi dan masukan warga demi menciptakan situasi yang kondusif.
-
Peran Tokoh Adat dan Agama dalam Menjaga Ketertiban: Sinergi antara tokoh adat, pengelola lembaga pendidikan, dan aparat menjadi pilar utama dalam meredam potensi konflik sosial di daerah.
-
Pencegahan Gangguan Kamtibmas Berbasis Komunitas: Masyarakat diimbau aktif melapor serta menjaga keamanan lingkungan masing-masing secara swakarsa dan berkesinambungan.
AKBP Wisnu Hadi menekankan pentingnya ruang dialog yang inklusif antara kepolisian dan masyarakat sipil.
“Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, kami berharap hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat semakin erat. Kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga untuk menjalin kedekatan, mendengarkan aspirasi, serta membangun kebersamaan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Kapolres.
Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian sosial, serta berperan aktif dalam memelihara keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Langkah dialogis dari jajaran Polda Sumbar ini dipandang sangat strategis mengingat Kota Padang Panjang merupakan pusat pendidikan Serambi Mekkah yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan tatanan adat Minangkabau.
Menurutnya, sinergi dan komunikasi yang baik antara Polri dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan harmonis di wilayah hukum Polres Padang Panjang.
Rangkaian kegiatan yang diinisiasi jajaran Polda Sumbar ini berakhir sekitar pukul 16.10 WIB dan berlangsung aman, tertib, serta terkendali dari awal hingga akhir acara.
Melalui agenda rutin semacam ini, Polda Sumbar berharap dapat terus membangun rasa percaya publik secara konsisten di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pendekatan humanistis serta respons cepat terhadap keluhan warga di lapangan diharapkan menjadi standar pelayanan yang berkelanjutan demi terwujudnya ketertiban umum.
Kehadiran aparat di tempat ibadah, balai adat, dan lembaga pendidikan mempertegas pentingnya sinergi sosial.
Kolaborasi ini menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas wilayah dari ancaman kriminalitas maupun gangguan kejahatan lainnya secara terukur.
Langkah nyata jajaran kepolisian ini juga menjadi simbol keterbukaan dalam menyerap setiap masukan berharga demi kemajuan bersama di daerah.(rel)



