Sinyal Ponsel Terdeteksi, Jejak 5 Jurnalis Mengarah ke Pulau Sebesi

PADANG, KalibrasiNews.com – Harapan baru muncul dalam pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Tim SAR menemukan petunjuk berupa data sinyal telepon seluler yang sempat terdeteksi di sekitar perairan Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

Petunjuk tersebut menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian dalam operasi pencarian terhadap rombongan yang menggunakan speedboat Arupadhatu 1.

Penyisiran di lokasi terkait telah dilakukan berulang sejak hari kedua operasi SAR untuk memastikan apakah sinyal tersebut berkaitan dengan keberadaan para penumpang.

Seperti dilansir Zonapublis.id pada Minggu (13/9/2026), sinyal dari salah satu ponsel milik penumpang dilaporkan terdeteksi di sekitar perairan Pulau Sebesi.

Data itu diperoleh setelah tim menganalisis sinyal telepon dari perangkat milik para penumpang yang berada dalam rombongan.

Sebelumnya, rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Mereka kemudian bergerak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi gunung tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa data sinyal tersebut berasal dari salah satu nomor telepon milik penumpang yang perangkatnya dianalisis oleh tim.

“Berdasarkan data sinyal ponsel dari 7 orang penumpang, ada 1 nomor yang sempat terdeteksi berada di perairan Pulau Sebesi,” kata Al Amrad saat memberikan keterangan kepada awak media dalam upaya operasi pencarian hingga hari ke-5 pada Sabtu (12/9/2026) malam.

Menurut Amrad, informasi tersebut tidak langsung dianggap sebagai titik akhir pencarian.

Tim kembali mendatangi dan menyisir kawasan yang berkaitan dengan hasil analisis sinyal sejak hari kedua hingga hari kelima operasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya petunjuk lain yang dapat mengarah pada keberadaan rombongan.

Penyisiran juga diperluas ke wilayah perairan sekitar Pulau Sebesi.

Selain memeriksa area laut, tim SAR turut melihat kawasan daratan di sekitar lokasi yang memiliki kaitan dengan hasil analisis sinyal telepon seluler tersebut.

Namun, sampai operasi SAR memasuki hari kelima, penyisiran di kawasan Pulau Sebesi belum membuahkan hasil.

Tim belum menemukan tanda-tanda yang memastikan keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang masih dalam pencarian.

Baca Juga  Apkasi Menekankan Penataan Sinergi Pusat-Daerah dan Keadilan Fiskal

Temuan sinyal tersebut menjadi perhatian karena memberikan arah pencarian yang lebih spesifik dibandingkan penyisiran secara umum.

Meski demikian, keberadaan sinyal belum serta-merta memastikan posisi rombongan karena data tersebut masih harus ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan.

Karena itu, tim SAR tetap melakukan penyisiran di wilayah yang berkaitan dengan titik sinyal tersebut secara berulang.

Upaya ini dilakukan bersamaan dengan pencarian menggunakan sumber informasi lain yang memungkinkan.

Setiap petunjuk kemudian menjadi bahan untuk menentukan langkah pencarian berikutnya, termasuk ketika hasil pemeriksaan belum menunjukkan tanda keberadaan para penumpang.

CCTV Gunung Anak Krakatau Ikut Diperiksa

(Repro Foto: Zonapublis.id)
Tim SAR berupaya memperoleh informasi.

Selain mengandalkan pencarian di laut dan daratan, tim SAR berupaya memperoleh informasi dari sumber lain.

Salah satunya melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Pemeriksaan CCTV dilakukan untuk mencari gambaran mengenai pergerakan rombongan sebelum mereka kehilangan kontak.

Rekaman tersebut diharapkan dapat menjadi petunjuk tambahan bagi tim dalam mempersempit area pencarian.

“Ada satu CCTV di sana yang hasilnya nihil, sedangkan CCTV lainnya sedang dalam kondisi rusak,” kata Amrad.

Lima jurnalis yang masih dicari tersebut masing-masing M Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Mereka melakukan perjalanan bersama Kapten, Warta, dan Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu rombongan.

Seluruhnya diketahui menggunakan speedboat Arupadhatu 1 untuk menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Perjalanan tersebut dilakukan untuk menjalankan tugas peliputan terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Namun, setelah perjalanan berlangsung, rombongan kehilangan kontak sehingga operasi pencarian kemudian dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Memasuki hari kelima, sejumlah informasi telah ditindaklanjuti oleh tim, mulai dari data sinyal telepon yang sempat muncul di sekitar Pulau Sebesi hingga pemeriksaan CCTV di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Meski belum menemukan keberadaan rombongan, berbagai petunjuk tersebut tetap menjadi bagian penting dalam upaya pencarian.

Tim SAR masih berupaya menelusuri berbagai kemungkinan berdasarkan data dan informasi yang tersedia untuk menemukan lima jurnalis serta tiga awak kapal yang hingga saat ini masih belum diketahui keberadaannya.

(/KalibrasiNews.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini