Tim SAR Evakuasi Banjir di SMPN 27 Padang, Siaga Bencana Susulan

PADANG, KalibrasiNews.com – Upaya evakuasi Badan SAR Nasional atau Basarnas Kota Padang menyelamatkan warga yang terjebak banjir di beberapa titik rawan banjir.

Di antaranya, belasan guru SMPN 27 Padang beserta warga menyusul banjir menerjang sebagian wilayah Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin (3/8/2026).

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang menyebabkan sejumlah kawasan permukiman, fasilitas pendidikan, serta ruas jalan tergenang air.

Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu dan memaksa sebagian warga bertahan di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan.

Tim SAR bersama unsur gabungan bergerak ke sejumlah titik untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal di area terdampak banjir.

Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lanjut usia.

Koordinasi antarlembaga juga terus diperkuat agar penanganan di lapangan berjalan lebih cepat dan efektif.

Situasi tersebut menjadi perhatian serius mengingat potensi hujan susulan masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

Hingga Selasa (4/8/2026) dini hari segenap institusi terkait antara lain: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar dan Kota, kepolisian, militer serta Tagana, tim reaksi cepat dan tanggap bencana dari PT Semen Padang, lembaga swadaya masyarakat/LSM serta warga yang terdampak bencana banjir.

Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik melalui Humasnya Jody Harrayawan mengemukakan pihaknya menerima sejumlah laporan warga.

Utamanya, mereka yang minta pertolongan di pemukiman mereka kebanjiran.

“Kami mengerahkan segenap kekuatan tim untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir di beberapa lokasi rawan banjir di Kota Padang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Regu Tim SAR Padang, Reno bersama sejumlah personel melakukan evakuasi sesuai target di SMPN 27 Padang hingga selamat.

Keberhasilan proses evakuasi di SMPN 27 Padang menjadi salah satu prioritas karena masih terdapat guru dan warga yang tidak dapat keluar akibat tingginya genangan air.

Personel Tim SAR memanfaatkan peralatan evakuasi untuk membawa seluruh korban menuju lokasi yang lebih aman tanpa menimbulkan korban jiwa.

Setelah proses penyelamatan selesai, petugas memastikan kembali kondisi lingkungan sekolah guna mengantisipasi kemungkinan masih adanya warga yang membutuhkan bantuan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar dalam setiap operasi penyelamatan saat bencana banjir.

Sinergi antara Tim SAR, BPBD, TNI, Polri, dan relawan turut mempercepat seluruh proses evakuasi di lapangan.

Kondisi yang mulai membaik tetap diikuti dengan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan cuaca.

Pantauan KalibrasiNews.com, Selasa (4/8/2026) di lokasi SMPN 27 Padang kondisi genangan air mulai surut.

Terlihat Kepala Dinas Pendidikan Yopi Krislova SH meninjau ke lokasi sekolah yang disambut langsung Kepala SMPN 27 Padang Hj Wetty, S.Pd beserta unsur pimpinan dan majelis guru lainnya.

Kodam XX/TIB Tetap Siaga

(Foto: Istimewa)
SMPN 27 Padang 

Bahkan, pihak Kodam daerah militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol melalui Kepal Penerangan Kodam/Kapendam Kolonel (Kav) Taufiq menegaskan pihaknya tetap siaga atas banjir susulan.

“Namun, kita berharap keadaan kembali normal ” pungkas Taufiq.

Ia menyampaikan sesuai instruksi langsung Pangdam, agar prajurit selalu siap hadir dan digerakkan untuk membantu masyarakat.

Utamanya, bagi warga yang berdampak agar dibantu secara maksimal.

Sejauh ini lanjutnya, personel dari Bekangdam XX/TIB diterjunkan langsung ke lokasi untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir.

“Kami menyiagakan pelampung, OBM 40 PK, Pompa LCR, Tangki minyak OBM,dan LCR , personel Bekangdam untuk mengevakuasi warga ke tempat yang aman,” ujarnya.

Pihak Kodam XX/TIB menyiapkan tim medis untuk warga, dan memeriksa kondisi warga terdampak banjir. “Pokoknya, kami selalu siaga atas banjir susulan, namun kita berharap keadaan kembali normal ” pungkas Kapendam.

Seluruh instansi yang terlibat mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan dengan terus memantau informasi resmi dari pemerintah dan lembaga kebencanaan.

Warga yang tinggal di kawasan rawan diminta segera mengungsi apabila kondisi dinilai membahayakan demi menghindari risiko yang lebih besar.

Kolaborasi antara Tim SAR, pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat proses penanganan apabila situasi darurat kembali terjadi.

Dengan kesiapsiagaan seluruh pihak, dampak bencana diharapkan dapat diminimalkan sehingga keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

(KalibrasiNews.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini