JAKARTA, Kalibrasinews.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan pada Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Langkah yang dilakukan Prabowo ini mencerminkan upaya aktif dalam menjaga hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara sahabat, khususnya di dunia Islam.
Momentum Idulfitri dimanfaatkan Prabowo tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat komunikasi politik di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Siaran Pers (press release) Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia atau Bakom RI menyebutkan Prabowo menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada para pemimpin muslim negara sahabat, di antaranya:
- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim
- Presiden Palestina Mahmoud Abbas
- Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi
- Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed
- Presiden Turki Recep Erdogan
- Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif
- Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed Bin Salman
- Raja Yordania Abdullah II
Melalui komunikasi langsung tersebut, Prabowo juga menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga peran strategisnya di kancah internasional.
Hubungan yang terjalin dengan para pemimpin negara sahabat diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, baik dalam bidang ekonomi, politik, maupun kemanusiaan.
Selain itu, komunikasi ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kepercayaan antarnegara di tengah dinamika global yang terus berubah.
Selain bersilaturahmi, Prabowo juga membahas berbagai isu dengan para pemimpin-pemimpin muslim negara sahabat. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menuturkan, dirinya bertukar pandangan dengan Prabowo mengenai konflik Iran-Israel. Kedua negara sepakat menyerukan perdamaian untuk mengakhiri konflik.
“Kami berdua bersama-sama menyerukan perdamaian dan saya memberitahukan kepada Presiden Prabowo bahwa Malaysia akan terus mendukung dan memperkuat upaya diplomatik dalam meredakan konflik Iran-Israel, sehingga ketegangan dapat diredakan, nyawa warga sipil dapat dilindungi, dan ruang negosiasi yang berarti dapat dibuka menuju solusi yang damai dan langgeng,” ujar Anwar Ibrahim melalui akun X resminya, dikutip pada Rabu (25/3).
Situasi konflik di kawasan Timur Tengah memang menjadi perhatian serius banyak negara, termasuk Indonesia. Upaya diplomasi yang dilakukan oleh berbagai pihak dinilai menjadi langkah penting untuk meredakan ketegangan yang berpotensi meluas dan berdampak pada stabilitas global.
Dalam kondisi seperti ini, komunikasi antar pemimpin negara menjadi sangat krusial guna mendorong terciptanya dialog yang konstruktif serta menghindari eskalasi konflik yang lebih besar.
Anwar dan Prabowo pun mengagendakan pertemuan bilateral dalam waktu dekat. “Kami sepakat untuk mengatur pertemuan dalam waktu dekat, termasuk usulan saya untuk mengunjungi Jakarta sebagai langkah untuk memperkuat hubungan bilateral yang sudah erat,” kata Anwar.
Dikutip dari keterangan resmi akun X Royal Hashemite Court (RHC) Yordania, Prabowo juga berdiskusi dengan Raja Abdullah II mengenai perlunya upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.
“Yang Mulia Raja Abdullah II bertukar ucapan selamat Idulfitri dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto melalui telepon. Percakapan tersebut membahas perlunya mengakhiri agresi Iran terhadap negara-negara Arab, dan untuk menahan diri serta menggunakan dialog untuk menyelesaikan krisis dan meredakan situasi saat ini,” demikian keterangan RHC Jordan.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengungkapkan hal senada. “Saya berbicara dengan saudara saya, Yang Mulia Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, untuk menyampaikan salam hangat Idul Fitri kepada beliau dan seluruh rakyat Indonesia yang bersaudara.
Kami juga bertukar pandangan tentang situasi regional, khususnya di Iran dan kawasan Teluk, dan menyerukan penghentian segera permusuhan dan penyelesaian semua perbedaan melalui dialog dan diplomasi,” kata Sharif melalui akun resminya.
Ia juga menyampaikan komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral Pakistan dengan Indonesia. “Kami menegaskan kembali keinginan kami untuk lebih memperkuat hubungan historis dan persaudaraan antara Pakistan dan Indonesia, serta memperluas kerja sama di semua bidang yang menjadi kepentingan bersama,” ucapnya.
Dengan komunikasi yang terus terjalin, diharapkan hubungan antarnegara dapat semakin erat dan mampu memberikan kontribusi positif dalam menjaga perdamaian dunia.
Kolaborasi yang kuat antara negara-negara sahabat menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks, termasuk konflik geopolitik, krisis kemanusiaan, hingga ketidakpastian ekonomi yang turut berdampak pada banyak negara.
(rel)



