Kisah Warga Kampung Nelayan Sejahtera Indramayu, Lebaran Perdana di Rumah Baru

JAKARTA, Kalibrasinews.com – Warga Kampung Nelayan Sejahtera di Desa Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu, pada 2026 ini bisa menikmati Lebaran dengan suasana nyaman dan gembira.

Di kawasan Kampung Nelayan ini, anak-anak berlarian di jalan lingkungan yang bersih, sementara para orang tua saling berkunjung tanpa cemas akan genangan air laut yang dulu kerap datang tanpa permisi.

Bagi warga Kampung Nelayan, Lebaran tahun ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan menjadi simbol perubahan dari rasa waswas menjadi ketenangan.

Beberapa tahun lalu, cerita Lebaran di Kampung Nelayan ini jauh dari hangatnya kebersamaan karena banjir rob kerap datang berulang, merendam lantai rumah, merusak perabotan, hingga meninggalkan lingkungan yang tidak sehat.

Anak-anak di Kampung Nelayan tumbuh dalam kondisi yang rentan, sementara orang tua menjalani hari dengan kekhawatiran yang tak kunjung usai.

Perubahan mulai terasa sejak pembangunan kampung ini pada 2025. Program Kampung Nelayan Sejahtera yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan dijalankan Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah, Baznas, BNPB, serta dukungan TNI-Polri dan berbagai pihak lain, menghadirkan harapan baru bagi warga pesisir.

Sebanyak 93 rumah tipe 36 berdiri rapi di kawasan ini. Setiap rumah dilengkapi dua kamar tidur, ruang tengah, dapur, dan kamar mandi.

Tak hanya itu, akses air bersih, sanitasi, jaringan listrik, hingga fasilitas sosial seperti masjid, taman, dan sentra UMKM turut melengkapi kehidupan baru warga.

Kehadiran fasilitas tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warga secara fisik, tetapi juga membangun kembali rasa percaya diri masyarakat pesisir yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan.

Lingkungan yang tertata rapi dan lebih sehat membuat warga kini memiliki harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, termasuk dalam menyambut momen-momen penting seperti Hari Raya Idulfitri bersama keluarga.

Dikutip dari siaran pers (press release) Badan Komunikasi Pemerintah Rwpublik Indonesia (Bakom RI) hasil wawancara dengan Warsana (42), seorang nelayan yang sejak remaja melaut, perubahan ini terasa begitu nyata. Lebaran tahun ini menjadi yang paling berkesan sepanjang hidupnya.

“Lebaran tahun ini rasanya lebih senang, lebih tenang. Kebersihan di sini terasa sekali, suasananya juga nyaman. Jadi walaupun enggak punya banyak, tetap bisa ngerasain bahagia bareng keluarga,” ujar Warsana, dikutip dari keterangan resmi Kementerian Sosial, Senin (23/3/2026).

Baca Juga  Opini: Dari Karate ke Paramotor, Kandris Asrin Tetap Berburu Prestasi di Usia 61 Tahun
(Foto: Bakom RI)

Ia tinggal bersama istrinya, Kadmina (39), dan tiga anak mereka. Dahulu, setiap kali melaut dini hari, pikirannya tak pernah benar-benar tenang. Bukan soal hasil tangkapan semata, melainkan kondisi rumah yang sewaktu-waktu bisa terendam rob.

“Kalau lagi kerja itu pasti ada rasa khawatir. Kepikiran terus rumah banjir, kepikiran anak istri. Tapi mau gimana, kalau khawatir terus, kerja juga jadi enggak fokus,” katanya.

Kekhawatiran itu mencapai puncaknya pada akhir 2022. Saat banjir besar datang, istrinya yang tengah hamil besar harus dievakuasi dengan cara dibopong menggunakan kasur ke rumah orang tua. Tak lama berselang, rumah mereka roboh.

“Waktu itu ya sudah, yang penting keluarga selamat dulu. Rumah bisa dicari lagi, tapi kalau keluarga kenapa-kenapa itu yang enggak tergantikan,” kenangnya.

Setelah peristiwa itu, Warsana dan keluarga sempat mengungsi, menumpang di rumah orang tua dalam kondisi serba terbatas. Lebaran demi Lebaran pun terasa lewat begitu saja, tanpa rasa aman.

Kini, di rumah barunya, suasana itu berubah total. Lebaran dirayakan sederhana, namun penuh makna. Tanpa genangan air, tanpa rasa cemas.

Suasana hangat Lebaran kini benar-benar terasa di setiap sudut kampung, di mana tawa anak-anak dan kebersamaan keluarga menjadi pemandangan yang begitu berharga.

Masyarakat pun perlahan mulai menata kembali kehidupan mereka, tidak hanya dari segi ekonomi, tetapi juga dari sisi sosial yang kini semakin erat berkat lingkungan yang mendukung dan rasa aman yang selama ini mereka impikan.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada pemerintah, khususnya Kementerian Sosial, yang sudah peduli dengan masyarakat kecil seperti kami. Dengan adanya tempat ini, kehidupan kami jadi jauh lebih baik, lebih layak, dan lebih tenang,” ucapnya.

Di Kampung Nelayan Sejahtera, Lebaran bukan lagi tentang apa yang dimiliki, melainkan tentang rasa aman yang akhirnya bisa dirasakan. Sebuah perubahan sederhana, namun berarti besar bagi mereka yang selama ini hidup di garis ketidakpastian.

(rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini