GIRONA, KalibrasiNews.com — Barcelona harus pulang dengan tangan kosong setelah kalah dramatis 1-2 dari Girona dalam lanjutan La Liga musim 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Montilivi, dini hari tadi WIB.
Barcelona sebenarnya sempat unggul lebih dulu, namun Girona mampu membalikkan keadaan lewat dua gol cepat di babak kedua dalam laga yang diwarnai peluang emas, penalti gagal, hingga kartu merah di menit akhir.
Kekalahan ini membuat Barcelona gagal kembali ke puncak klasemen dan tetap tertahan di posisi kedua, tertinggal dua poin dari Real Madrid.
Pertandingan berlangsung intens sejak menit awal dengan dominasi penguasaan bola dari Barcelona, tetapi efektivitas justru menjadi milik tuan rumah.

Barcelona Dominan, Penalti Yamal Gagal Jadi Pembeda
Sejak kickoff, Barcelona langsung mengontrol tempo permainan. Kombinasi lini tengah yang dipimpin Frenkie de Jong membuat Girona lebih banyak bertahan di wilayah sendiri.
Peluang pertama datang ketika Raphinha melepaskan tembakan keras yang membentur tiang gawang, membuat publik Montilivi sempat terdiam. Girona merespons melalui serangan balik cepat yang hampir berbuah gol lewat Vladyslav Vanat, namun penyelesaian akhirnya masih melebar tipis.
Drama besar terjadi menjelang turun minum. Blaugrana mendapatkan penalti setelah Dani Olmo dilanggar di dalam kotak terlarang. Lamine Yamal maju sebagai algojo, namun tendangannya justru menghantam tiang gawang dan gagal menjadi gol pembuka.
Momen ini menjadi titik balik psikologis pertandingan karena kehilangan momentum besar. Babak pertama pun berakhir tanpa gol meski Blaugrana unggul jauh dalam penguasaan bola dan jumlah peluang.

Gol Cubarsí Pecah Kebuntuan
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-59. Barcelona memanfaatkan skema bola mati dari situasi sepak pojok pendek.
Jules Koundé mengirimkan umpan silang akurat ke dalam kotak penalti yang disambut sundulan bek muda Pau Cubarsí. Bola mengarah tajam ke sudut gawang dan tak mampu dihentikan Paulo Gazzaniga.
Gol tersebut membuat Blaugrana unggul 1-0 sekaligus terlihat mulai mengendalikan jalannya pertandingan. Namun keunggulan itu hanya bertahan sangat singkat.

Thomas Lemar
Girona Balas Cepat dan Bangkit
Hanya tiga menit berselang, Girona langsung menyamakan kedudukan pada menit ke-61. Serangan cepat dari sisi sayap menghasilkan umpan Vladyslav Vanat ke area berbahaya.
Situasi sempat kacau di depan gawang sebelum Thomas Lemar berhasil menyambar bola dari jarak dekat untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Gol cepat tersebut membakar semangat tuan rumah sekaligus mengguncang ritme permainan Barcelona yang sebelumnya stabil.
Setelah skor imbang, pertandingan berubah menjadi terbuka. Blaugrana terus menekan melalui Ferran Torres dan Raphinha, tetapi penyelesaian akhir kembali menjadi masalah utama.
Statistik menunjukkan Blaugrana mencatat lebih dari 70 persen penguasaan bola dan total tembakan jauh lebih banyak, namun hanya sedikit yang tepat sasaran.

Fran Beltrán
Gol Beltrán dan Drama Kartu Merah
Saat laga tampak akan berakhir imbang, Girona justru menciptakan momen penentu di menit ke-86.
Joel Roca menerima bola di sisi kanan sebelum mengirim umpan matang ke dalam kotak penalti.
Fran Beltrán yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil menyambutnya dengan penyelesaian akurat untuk membawa Girona berbalik unggul 2-1. Stadion Montilivi langsung meledak merayakan gol kemenangan tersebut.
Barcelona mencoba menekan habis-habisan di sisa waktu, tetapi pertahanan Girona bertahan solid.
Drama belum selesai ketika Joel Roca menerima kartu merah pada masa tambahan waktu akibat pelanggaran keras terhadap Lamine Yamal, membuat Girona menutup pertandingan dengan 10 pemain.
Meski unggul jumlah pemain di menit akhir, Blaugrana tetap gagal mencetak gol penyama kedudukan.

Peluang Terbuang dan Kontroversi Wasit
Selain penalti gagal, Barcelona juga merasa dirugikan oleh beberapa keputusan wasit. Gol kemenangan Girona sempat diperdebatkan karena dugaan pelanggaran dalam proses build-up, namun keputusan tetap disahkan.
Para pemain Blaugrana menilai tim harus lebih fokus memperbaiki performa sendiri ketimbang menyalahkan faktor eksternal setelah kekalahan ini.
Kekalahan tersebut menjadi hasil negatif beruntun pertama mereka musim ini di semua kompetisi, sekaligus memperlihatkan masalah klasik mereka: dominasi tanpa efisiensi.

Klasemen La Liga sementara.
Dampak ke Klasemen La Liga
Hasil ini membawa Girona naik ke papan tengah klasemen dengan tambahan tiga poin penting, sementara Barcelona gagal merebut kembali posisi puncak liga.
Secara statistik, Blaugrana unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, tetapi Girona tampil jauh lebih klinis dalam memanfaatkan peluang yang ada.
Pertandingan derby Katalan ini menjadi contoh jelas bahwa efektivitas sering kali lebih menentukan dibanding dominasi permainan semata.
(/net)



