Jelang Lebaran, Pemerintah Sedia Bansos Beras & Minyak untuk 35 Juta Keluarga Miskin

JAKARTA, KalibrasiNews.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemerintah menyiapkan bantuan pangan untuk 35,04 juta masyarakat miskin.

Kebijakan bantuan pangan ini merupakan bagian dari langkah antisipatif pemerintah dalam menghadapi potensi tekanan ekonomi selama Ramadan dan Idul Fitri.

Pada periode tersebut, kebutuhan konsumsi rumah tangga cenderung meningkat, terutama untuk bahan pangan pokok.

Pemerintah menilai intervensi melalui bantuan langsung berupa beras dan minyak goreng menjadi instrumen paling efektif untuk menjaga stabilitas konsumsi sekaligus mencegah lonjakan pengeluaran pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Bantuan pangan pemerintah tersebut ditujukan untuk masyarakat yang berada di desil 1-4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN). Desil 1-4 adalah kelompok masyarakat sangat miskin, miskin, hampir miskin, dan rentan miskin.

Pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam penyaluran bantuan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan akurasi sasaran penerima.

Pemerintah berupaya meminimalkan potensi kesalahan data, tumpang tindih bantuan, maupun ketidaktepatan sasaran yang kerap terjadi pada program perlindungan sosial sebelumnya.

Dengan basis data terpadu tersebut, diharapkan bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan dan mampu memberikan dampak nyata terhadap ketahanan ekonomi rumah tangga.

Sejurus itu pula pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I 2026.

Pemerintah berharap bantuan pangan yang terdiri dari 10 kilogram (kg) beras dan 2 liter minyak goreng itu dapat memperkuat daya beli masyarakat miskin di bulan Ramadan.

“Terkait dengan bantuan pangan untuk memperluas daya beli dan memperkuat dari sisi permintaan, pemerintah menyalurkan bantuan pangan yaitu bentuk bantuan pangan 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng selama 2 bulan, target penerimanya adalah 35,04 juta keluarga penerima manfaat yaitu masyarakat yang berasal dari desil 1 sampai dengan desil 4,” kata Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Untuk bantuan pangan ini, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 11,92 triliun. Bantuan akan disalurkan selama dua bulan mulai pertengahan Februari ini.

Airlangga meminta kementerian dan lembaga terkait mau pun pemerintah daerah agar mendukung kelancaran penyaluran bantuan pangan.

“Estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp 11,92 triliun dan ini akan mulai disalurkan di bulan Ramadan atau Februari. Pemerintah mau pun kementerian lembaga yang terkait diharapkan juga bisa mendukung kelancaran logistik untuk penyaluran bantuan pangan,” tutupnya.

Selain menjaga daya beli masyarakat miskin, pemerintah menilai program bantuan pangan ini memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan nasional.

Distribusi beras dan minyak goreng secara langsung kepada masyarakat diharapkan dapat menekan permintaan berlebih di pasar, sehingga fluktuasi harga dapat dikendalikan.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah menjaga inflasi tetap terkendali selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

(Foto: Bakom RI)

Stimulus Diskon Transportasi

Sejauh ini, pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I 2026, sekaligus memberi kemudahan bagi masyarakat yang akan mudik lebaran.

Total anggaran yang disiapkan untuk stimulus tersebut sebesar Rp 911,16 miliar. Dananya bersumber dari APBN maupun Non-APBN.

“Dalam rangka libur hari besar nasional (Idul Fitri), pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi. Total anggarannya adalah Rp 911,16 miliar berasal dari APBN mau pun Non-APBN,” kata Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2).

Airlangga merinci, stimulus tersebut di antaranya untuk diskon tiket kereta api sebesar 30 persen khusus tanggal 14-29 Maret 2026. “Diskon 30 persen dari harga tiket, targetnya untuk 1,2 juta penumpang,” kata Airlangga.

Tarif angkutan laut juga didiskon. Tiket kapal PT Pelni (Persero) akan didiskon 30 persen untuk tanggal 11 Maret-5 April 2026. “Diskon tarif sebesar 30 persen dari tarif dasar dan targetnya 445 ribu penumpang,” ucap Airlangga.

Demikian pula angkutan penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry akan mendiskon tarif jasa pelabuhan sebesar 100 persen tanggal 12-31 Maret 2026. “Targetnya adalah 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang,” Airlangga menjelaskan.

Selain itu, ada diskon tarif pesawat sebesar 17-18 persen untuk periode 14-29 Maret 2026. “Diskon angkutan udara untuk penerbangan kelas ekonomi dan perjalanan dalam negeri. Targetnya 3,3 juta penumpang,” ucapnya.

Untuk memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan mudik dan mengoptimalkan mobilitas masyarakat, pemerintah juga mendorong penerapan Work From Anywhere (WFA) pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026. “Diberikan fleksibilitas dalam penetapan hari kerja khusus untuk ASN dan juga untuk pekerja swasta,” papar Airlangga.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini