Padang, KalibrasiNews.com – PT Bank Nagari membukukan total aset sebesar Rp33,61 Triliun pada Tahun Buku 2025. Di tengah tekanan ekonomi global dan perlambatan ekonomi nasional maupun daerah, kinerja Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat atau BPD Sumbar dinilai tetap terjaga.
Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan peran strategis Bank Nagari sebagai motor penggerak perekonomian Sumatera Barat, khususnya dalam mendukung pembiayaan sektor UMKM, proyek pembangunan daerah, hingga kebutuhan likuiditas pemerintah daerah.
Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Nagari tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis semata, tetapi juga menjalankan fungsi sosial ekonomi dengan mendorong inklusi keuangan serta memperluas akses layanan perbankan hingga ke wilayah-wilayah pelosok di Sumbar.
Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra mengatakan, total aset bank tumbuh 1,97 persen, yakni dibandingkan posisi Desember 2024 lalu. Capaian tersebut mencerminkan ketahanan kinerja perseroan dalam menghadapi tantangan ekonomi sepanjang 2025.

“Sepanjang 2025, kondisi ekonomi memang cukup menantang. Namun Bank Nagari tetap mampu menjaga pertumbuhan aset dan likuiditas, serta menjalankan fungsi intermediasi secara prudent,” ujar Gusti dalam press conference kinerja Bank Nagari di Padang, Senin (2/2/2026).
Dari sisi penyaluran kredit dan pembiayaan, Bank Nagari mencatat realisasi sebesar Rp25,27 triliun atau terkoreksi 1,10 persen secara tahunan. Menurut Gusti, perlambatan penyaluran kredit tidak terlepas dari melemahnya daya beli masyarakat, penyesuaian kebijakan kredit program, serta perlambatan aktivitas ekonomi di daerah.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp26,84 triliun atau tumbuh 0,58 persen. Gusti menilai, capaian tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Bank Nagari tetap terjaga, meskipun terjadi pergeseran pola konsumsi dan simpanan masyarakat sepanjang tahun lalu.
Stabilnya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga juga menunjukkan bahwa masyarakat masih menempatkan Bank Nagari sebagai lembaga keuangan yang aman dan terpercaya.
Di tengah dinamika suku bunga serta ketidakpastian ekonomi global, bank mampu menjaga keseimbangan struktur pendanaan, baik dari tabungan, giro, maupun deposito. Kondisi ini menjadi modal penting bagi Bank Nagari untuk tetap menjaga likuiditas sekaligus memperluas ruang penyaluran pembiayaan pada tahun-tahun mendatang.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih Bank Nagari tahun 2025 tercatat sebesar Rp493,74 miliar atau turun 8,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan laba dipengaruhi oleh belum optimalnya pertumbuhan kredit sebagai sumber utama pendapatan bunga, serta meningkatnya biaya operasional di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
“Kami tetap fokus menjaga kualitas aset dan efisiensi operasional, sehingga kinerja bank secara keseluruhan tetap sehat dan berkelanjutan,” kata Gusti.
Di tengah tekanan tersebut, kinerja Unit Usaha Syariah Bank Nagari justru menunjukkan pertumbuhan yang solid. Total aset syariah mencapai Rp6,49 triliun atau tumbuh 6,28 persen. Pembiayaan syariah meningkat signifikan menjadi Rp4,63 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga syariah tercatat Rp4,91 Triliun.
Laba bersih Unit Usaha Syariah setelah pajak juga meningkat menjadi Rp224,62 miliar atau tumbuh 15,43 persen. Kontribusi aset syariah terhadap total aset Bank Nagari meningkat menjadi 19,31 persen pada 2025.
Dari sisi kesehatan bank, Bank Nagari mencatat rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,72 persen, jauh di atas ketentuan minimum. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,40 persen, sementara Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 94,15 persen.
Manajemen juga terus memperketat penerapan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran kredit. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi potensi peningkatan risiko pembiayaan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Dengan penguatan tata kelola, pengawasan internal, serta pemantauan kualitas aset secara berkala, Bank Nagari berupaya memastikan pertumbuhan tetap berjalan seiring dengan stabilitas keuangan jangka panjang.
Selain itu, Bank Nagari terus memperkuat layanan digital. Jumlah pengguna aplikasi Ollin by Nagari meningkat signifikan menjadi lebih dari 336 ribu pengguna sepanjang 2025. Penguatan digitalisasi dinilai menjadi salah satu strategi utama bank dalam meningkatkan layanan kepada nasabah.
Gusti menambahkan, meskipun menghadapi berbagai tantangan, Bank Nagari tetap mampu menjaga kinerja dan meraih puluhan penghargaan nasional dan regional sepanjang 2025. Ke depan, perseroan akan terus memperkuat fundamental, meningkatkan kualitas layanan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
(/rel)



