JAKARTA, KalibrasiNews.com – Pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Aceh dan Sumatra Barat terus berjalan.
Pembangunan huntara dan huntap ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, terutama tempat tinggal yang layak dan aman.
Kehadiran hunian sementara (huntara) diharapkan dapat memberikan rasa nyaman bagi warga selama menunggu hunian tetap selesai dibangun, sekaligus mencegah timbulnya persoalan sosial dan kesehatan akibat kondisi tempat tinggal darurat yang berkepanjangan.
Proyek yang melibatkan personel TNI bersama masyarakat ini menunjukkan progres yang beragam, mulai dari tahap perangkaian rangka hingga penyelesaian unit hunian.

Rangka besi bangunan telah berdiri di sejumlah titik, sementara sebagian lainnya masih dalam proses perangkaian.
Dari laporan terkini, Sabtu (7/2), di Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, pembangunan huntara masih berlangsung. Rangka besi bangunan telah berdiri di sejumlah titik, sementara sebagian lainnya masih dalam proses perangkaian.
Di lokasi tersebut, personel TNI bersama warga terlihat bergotong royong meratakan tanah menggunakan cangkul sebagai persiapan pembangunan unit huntara.
Keterlibatan aktif personel TNI dalam proses pembangunan tidak hanya mempercepat penyelesaian fisik bangunan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dengan masyarakat setempat.
Pola kerja kolaboratif ini dinilai efektif karena memadukan kemampuan teknis, kedisiplinan, serta pengalaman lapangan TNI dengan pengetahuan lokal warga, sehingga setiap tahapan pembangunan dapat disesuaikan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
Sementara itu, di Sumatra Barat, pembangunan huntara telah menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak sembilan unit huntara dilaporkan telah selesai dibangun dengan progres 100 persen.
Rampungnya sejumlah unit huntara di berbagai daerah Sumatra Barat membuka peluang percepatan pemindahan warga dari tempat pengungsian sementara ke hunian yang lebih layak.
Dengan fasilitas dasar yang telah tersedia, warga diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih normal, termasuk bekerja dan mengakses pendidikan, sembari menunggu pembangunan huntap sebagai solusi jangka panjang pascabencana.
Unit-unit tersebut tersebar di beberapa kabupaten dan kota, antara lain Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang, serta Kabupaten Tanah Datar.
Selain unit yang telah rampung, satu unit huntara di Kabupaten Pesisir Selatan, tepatnya di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Nagari Puluik-Puluik, masih dalam proses pembangunan dengan progres sekitar 45 persen.
Rangka besi bangunan di lokasi tersebut telah berdiri, tanah juga sudah diratakan, dan sejumlah bahan bangunan tampak telah tersedia di sekitar lokasi untuk mempercepat proses pembangunan.
Di wilayah lain di Sumatra Barat, pembangunan huntara dan huntap juga terus dikebut. Di Kabupaten Tanah Datar, Kecamatan Batipuh, Nagari Bungo Tanjung, rangka bangunan dan atap galvalume telah terpasang. Personel TNI tampak bekerja bakti memasang dinding huntara bersama warga setempat.
Masih di Kabupaten Tanah Datar, tepatnya di Kecamatan Batipuh Selatan, Nagari Sumpur, pembangunan huntara telah memasuki tahap akhir. Seluruh proses pembangunan di lokasi ini dilakukan oleh personel TNI.
Di Kabupaten Pesisir Selatan, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, pembangunan huntara juga terus berlangsung. Lantai dasar bangunan sedang dalam tahap pengecoran, sementara sebagian rangka bangunan sudah berdiri. Di samping lokasi, tenda BNPB didirikan sebagai tempat istirahat bagi warga dan personel TNI yang terlibat dalam pembangunan.

Hunian Tetap Desain Modern
Untuk hunian tetap, pembangunan mulai dipersiapkan di Kota Padang Panjang. Di Kecamatan Padang Panjang Barat, Kelurahan Tanah Hitam, personel TNI terlihat berada di lahan kosong yang akan dijadikan lokasi pembangunan huntap.
Sementara itu, di Kecamatan Padang Panjang Timur, Kelurahan Ekor Lubuk, huntap telah dibangun dengan desain modern berbentuk segitiga. Bangunan menggunakan batako dengan kombinasi warna abu-abu dan kuning, serta rangka atap baja ringan menyerupai perumahan di kawasan perkotaan.
Dengan progres pembangunan yang terus berjalan di Aceh dan Sumatra Barat, diharapkan seluruh unit huntara dan huntap dapat segera selesai sesuai target yang telah ditetapkan.
Kehadiran hunian yang layak menjadi langkah penting dalam memulihkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana, sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah bersama TNI dan masyarakat dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.
(/rel)



