Roma, KalibrasiNews.com – Bos Klub Serie A Italia asal Indonesia selalu mencuri perhatian jagat sepak bola dunia. Antara lain, Erick Thohir yang pernah jadi Bos Inter Milan lalu Mirwan Suwarso bersama Como 1907.
Utamanya, Presiden klub asal Indonesia, Mirwan Suwarso belakangan namanya santer diperbincangkan. Ia bekerja sama dengan Allenatore Como 1907, Cesc Fabregas. Bahkan, pelatih berpaspor Spanyol itu betah menukangi I Lariani.
Kehadiran Mirwan Suwarso dinilai membawa warna baru di tubuh Como 1907. Di bawah kepemimpinannya, klub asal Italia tersebut menunjukkan keseriusan membangun fondasi jangka panjang, termasuk memberi ruang dan kepercayaan penuh kepada Cesc Fabregas dalam meracik tim. Pendekatan profesional yang diterapkan Mirwan Suwarso pun disebut menjadi salah satu faktor kunci stabilitas internal klub.
Dilansir media sport khusus sepak bola, menyebutkan bahwa Cesc Fabregas memilih untuk memperkuat tim tersebut. Ia mengaku bahwa dirinya tak butuh kontrak lain hingga saat ini.
Riwayat Cesc Fabregas bersama presiden klub asal Indonesia, Mirwan Suwarso bukan sekadar cerita karier biasa, melainkan sebuah romansa sepak bola yang indah.
Kemunculan sosok bintang sepak bola yang datang di senja kariernya, kemudian menjadi otak di balik kebangkitan klub.
Sebelum Fabregas bergabung dengan I Lariani pada Agustus 2022 sebagai pemain.
Keputusan tersebut sempat mengejutkan banyak pihak karena dia bergabung dengan Como yang saat itu masih di Serie B.
Fabregas memilih gantung sepatu di sana pada musim panas 2023. Setelah pensiun, dia memulai karier sebagai pelatih dengan menukangi tim kelompok umur Como.
Secara perlahan tapi pasti, Fabregas berhasil naik jabatan dari pelatih U-19, asisten pelatih, hingga menjadi pelatih kepala pada 2024.
Pada musim penuh pertamanya sebagai pelatih Como, juru taktik asal Spanyol itu langsung membawa klub finis di urutan ke-10 klasemen Liga Italia.

Foto tim Como selebrasi
Tim Promosi
Posisi tersebut sudah tergolong bagus untuk ukuran tim yang baru promosi pada musim 2024-2025. Klub asal Lombardy itu lalu melanjutkan sensasinya pada musim berikutnya 2025-2026.
Setelah melewati paruh pertama musim, mereka terlibat persaingan ketat untuk posisi papan atas klasemen.
Como duduk di posisi keenam dengan koleksi 34 poin dari 19 pertandingan.
Selain karena kegeniusannya sebagai pelatih, sepak terjang luar biasa Fabregas ini juga berkat dukungan penuh dari pemilik klub, Hartono Bersaudara, yang merupakan bos Djarum Group.
Mereka selalu berusaha mengabulkan setiap keinginan Fabregas, termasuk dalam hal transfer pemain. Perjalanan ini membuat Cesc Fabregas jatuh cinta pada Como.
Legenda Arsenal itu mengaku tidak akan menutut hal lain kepada Mirwan Suwarso karena dia melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati.
Saya jatuh cinta dengan Como,” kata Fabregas, dikutip BolaSport.com dari Tutto Como.
“Saya merasa nyaman di (Como) ini, semuanya berbeda di sini, kami semua menciptakan sesuatu bersama.”
“Kami melakukan semuanya dengan tenang dan memperhatikan detail. Ini adalah pekerjaan yang saya lakukan dengan sepenuh hati.”
“Bukan hanya karyawan yang datang untuk bekerja di Como, ada orang-orang meninggalkan keluarga mereka untuk datang ke sini,” tutur juru taktik berusia 38 tahun itu menambahkan.(/emil)



