Listrik RI Berubah Total? Ini Target Energi Terbarukan 2034!

Jakarta, KalibrasiNews.comPemerintah telah menyusun peta jalan pengembangan ketenagalistrikan nasional melalui Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN hingga 2034.

Dalam dokumen tersebut, Indonesia menargetkan pembangunan hampir 73 gigawatt (GW) pembangkit listrik baru. Sekitar 52 GW di antaranya akan berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT).

Hal itu disampaikan Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno dalam acara Refleksi Akhir Tahun di Ruang Delegasi Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Eddy menyebut roadmap kelistrikan ini membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi hijau nasional.

“Ini peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja hijau, mendorong industri manufaktur dalam negeri, serta membangun ekonomi baru yang berkelanjutan,” ujar Eddy.

Namun, ia mengakui kebutuhan investasi untuk transisi energi terbilang besar. Dalam 10 tahun ke depan, Indonesia diperkirakan membutuhkan investasi sekitar 190 miliar dollar AS atau setara Rp 3.400 triliun.

Kebutuhan investasi tahunan diperkirakan mencapai 19 miliar dollar AS.

Meski demikian, Eddy menegaskan dampak ekonomi dari transisi energi sangat signifikan. Potensi penciptaan green jobs diperkirakan mencapai 1,7 juta lapangan kerja.

Selain itu, transisi energi juga berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) serta mendorong terbentuknya ekonomi karbon.

“Ekonomi karbon kini sudah memiliki payung hukum,” kata Eddy.

Ia menegaskan pengembangan energi terbarukan tidak boleh lagi tertunda jika Indonesia ingin keluar dari krisis iklim sekaligus memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini