KDKMP Ciptakan Perputaran Uang Rp223 T, Bunga 8 Persen

JAKARTA, KalibrasiNews.com – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menciptakan perputaran uang sebesar Rp223 triliun per tahun di desa-desa.

Seiring itu juga KDKMP akan menyalurkan Kredit Super Mikro dengan Bunga 8 Persen.

Hal itu dikemukakan oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) yang diterima redaksi KalibrasiNews.com pada Senin (13/7/2026)

Sebelumnya Presiden Prabowo berpidato dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke-79 yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Ia menyebutkan langkah tersebut sekaligus memperkuat perekonomian rakyat.

KDKMP juga akan menjadi pusat penyaluran barang-barang subsidi agar lebih tepat sasaran.

“Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat sebesar Rp223 triliun tiap tahun akan beredar di desa-desa. Tidak keluar, akan beredar di desa-desa,” kata Prabowo.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa KDKMP akan menjadi pusat layanan ekonomi desa, termasuk sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang subsidi yang telah ditetapkan pemerintah.

Melalui mekanisme tersebut, pemerintah menargetkan penyaluran subsidi menjadi lebih tepat sasaran sekaligus menutup celah penyelewengan, termasuk penyelundupan barang subsidi ke luar negeri.

“Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus! saya katakan ini harus,” tegas Prabowo.

Program KDKMP yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo bertujuan membangun ekosistem koperasi modern berbasis digital di tingkat desa.

Program ini difokuskan untuk memperkuat perekonomian desa melalui ketahanan pangan, layanan simpan pinjam, serta layanan kesehatan.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan KDKMP akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi.

Selain memiliki kantor koperasi, KDKMP juga akan dilengkapi toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa yang menyediakan obat-obatan dengan harga terjangkau, gudang, serta gudang pendingin untuk membantu petani dan nelayan menyimpan hasil panen maupun hasil tangkapan.

KDKMP juga dirancang untuk memutus rantai tengkulak melalui sistem pembelian siaga (offtaker), sehingga koperasi siap membeli hasil panen petani dan tangkapan nelayan dengan harga yang adil dan stabil.

Skema ini diharapkan dapat melindungi petani dan nelayan dari anjloknya harga akibat permainan pasar.

“Nanti akan ada pendapatan produsen yang juga meningkat sebesar Rp202 triliun di petani, peternak, dan nelayan,” imbuhnya.

Presiden pun turut mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan program KDKMP yang akan segera dihadirkan di seluruh desa di Indonesia.

Bunga 8 Persen

Orang nomor satu Indonesia ini menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi, termasuk menyalurkan kredit skala mikro dengan bunga menarik.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7).

Prabowo menjelaskan bahwa KDKMP nantinya tidak hanya akan berperan sebagai koperasi simpan pinjam yang dananya bersumber dari simpanan anggota, tetapi juga akan menyediakan layanan kredit mikro dan super mikro.

“Koperasi nanti tidak hanya untuk simpan pinjam, tapi nanti akan ada gerai simpan pinjem kredit yang murah, kredit mikro dan kredit super mikro,” ujar Prabowo.

Ia mengatakan bahwa salah satu fasilitas pembiayaan yang akan tersedia di KDKMP adalah kredit tanpa agunan Mekaar.

Melalui skema tersebut, masyarakat dapat mengakses pembiayaan dengan bunga sebesar 8 persen per tahun.

“Yang tadinya bunganya 22 persen, saya turunkan jadi 8 persen. Dibandingka dengan 22 persen, lumayan 8 persen, betul tidak?” lanjut dia.

Selain menyediakan akses pembiayaan, Prabowo menjelaskan bahwa KDKMP akan dikembangkan sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi.

Berbagai fasilitas akan tersedia dalam satu lokasi, mulai dari toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa yang menyediakan obat-obatan generik dengan harga lebih terjangkau, pusat logistik, gudang penyimpanan, hingga gudang pendingin untuk menjaga kualitas hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan komoditas lainnya agar tidak cepat rusak.

Prabowo juga menegaskan bahwa KDKMP akan menjadi jalur utama penyaluran berbagai barang subsidi pemerintah agar tepat sasaran.

Menurutnya, seluruh barang subsidi harus diterima langsung oleh masyarakat yang berhak dan tidak boleh diperjualbelikan.

“Program ini nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi,” pungkas Prabowo.

(rel/kalibrasinews.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini