ISTANBUL, KalibrasiNews.com — Juventus menelan kekalahan menyakitkan saat bertandang ke markas Galatasaray pada leg pertama playoff fase gugur Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.
Bermain di Rams Park, Istanbul, wakil Italia itu tumbang dengan skor telak 2-5 setelah sempat unggul lebih dahulu di babak pertama.
Hasil ini membuat langkah Juventus menuju babak 16 besar menjadi sangat berat karena harus mengejar defisit tiga gol pada leg kedua yang akan digelar di Turin pekan depan.
Galatasaray langsung tampil agresif sejak awal pertandingan di depan pendukungnya sendiri. Tim tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-15 lewat gol spektakuler Gabriel Sara yang melepaskan tembakan jarak jauh dan gagal dihentikan kiper Michele Di Gregorio.
Namun Juventus merespons dengan cepat. Hanya satu menit berselang, Teun Koopmeiners menyamakan kedudukan pada menit ke-16 setelah memanfaatkan bola rebound di kotak penalti.

Teun Koopmeiners
Juventus Sempat Membalikkan Keadaan
Momentum kemudian berbalik ke kubu tamu. La Vecchia Signora sukses membalikkan keadaan pada menit ke-32 ketika Koopmeiners mencetak gol keduanya lewat sepakan keras dari luar kotak penalti usai menerima assist Weston McKennie. Skor 2-1 untuk Juventus bertahan hingga turun minum.
Meski unggul saat jeda, La Vecchia Signora sebenarnya sudah mulai menunjukkan celah di sektor pertahanan sejak akhir babak pertama.
Galatasaray beberapa kali mampu menembus sisi sayap melalui pergerakan cepat Baris Alper Yilmaz dan Noa Lang yang memaksa lini belakang La Vecchia Signora bekerja ekstra.
Intensitas pressing tinggi tuan rumah membuat Si Nyonya Tua kesulitan membangun serangan dari bawah, sehingga mereka lebih sering mengandalkan bola panjang.
Statistik penguasaan bola juga memperlihatkan Galatasaray mulai mengambil kendali permainan menjelang turun minum, menjadi tanda awal perubahan momentum yang kemudian benar-benar terjadi di babak kedua.

Davinson Sánchez
Babak Kedua Jadi Mimpi Buruk Juventus
Memasuki babak kedua, Galatasaray tampil jauh lebih dominan dan mulai menekan pertahanan Juventus tanpa henti. Tekanan tersebut langsung berbuah hasil pada menit ke-49 ketika Noa Lang mencetak gol penyama kedudukan setelah memanfaatkan bola muntah dari percobaan Baris Alper Yilmaz.
Tuan rumah kemudian berbalik unggul pada menit ke-60. Bek Davinson Sanchez mencetak gol melalui situasi bola mati setelah menerima umpan terukur dari Gabriel Sara, membuat Galatasaray unggul 3-2.
Situasi La Vecchia Signora semakin sulit setelah Juan Cabal menerima kartu kuning kedua pada menit ke-67 akibat pelanggaran keras. Bermain dengan 10 pemain membuat lini pertahanan Bianconeri semakin rapuh menghadapi serangan cepat Galatasaray.

Noa Lang
Noa Lang Bersinar, Galatasaray Mengamuk
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan maksimal oleh Galatasaray. Pada menit ke-75, Noa Lang mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Juventus. Gol ini semakin menjauhkan tuan rumah dengan skor 4-2.
Belum berhenti sampai di situ, Galatasaray menutup pesta gol pada menit ke-86 lewat Sacha Boey. Gol tersebut tercipta setelah Victor Osimhen memberikan assist matang yang diselesaikan dengan tembakan keras ke gawang La Vecchia Signora.
Empat gol di babak kedua memastikan kemenangan besar 5-2 bagi wakil Turki tersebut sekaligus memberi mereka keuntungan besar jelang leg kedua.

Proses terjadinya gol Davinson Sánchez.
Tugas Berat Menanti Juventus di Leg Kedua
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Juventus yang sebenarnya sempat tampil efektif di babak pertama. Namun kehilangan fokus serta kartu merah menjadi titik balik yang dimanfaatkan Galatasaray dengan sangat baik.
Pelatih Juventus kini harus mencari solusi cepat sebelum leg kedua di Turin pada 25 Februari mendatang. Si Nyonya Tua wajib menang dengan selisih minimal tiga gol untuk menjaga peluang lolos ke babak 16 besar Liga Champions.
Sementara itu, Galatasaray hanya membutuhkan hasil imbang atau bahkan kekalahan tipis untuk mengamankan tiket ke fase berikutnya setelah meraih kemenangan meyakinkan di leg pertama.
Dengan performa menyerang yang tajam serta dukungan penuh publik Istanbul, Galatasaray berhasil mengirim pesan kuat bahwa mereka siap menjadi kejutan besar di Liga Champions musim ini.
Hasil leg pertama ini diprediksi akan mengubah pendekatan kedua tim pada pertemuan berikutnya.
Juventus kemungkinan tampil lebih menyerang sejak menit awal demi mengejar agregat, sementara Galatasaray berpeluang bermain lebih pragmatis dengan mengandalkan serangan balik cepat yang terbukti efektif.
Atmosfer leg kedua di Turin dipastikan berlangsung panas karena tekanan kini sepenuhnya berada di pihak La Vecchia Signora. Jika gagal bangkit, kekalahan di Istanbul berpotensi menjadi salah satu hasil paling mengecewakan mereka di kompetisi Eropa musim ini.
(/net)



