PADANG, KalibrasiNews.com – Tim bola tangan Sumatera Barat membawa bekal prestasi medali perak Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Tangan 2026 di Medan, Sumatera Utara.
Kontingen ini dijadwalkan tampil pada ajang yang berlangsung 20–27 Oktober 2026, dengan harapan mampu bersaing dan kembali mencatatkan hasil positif di tingkat nasional.
Sebanyak 26 atlet disiapkan untuk memperkuat Sumatera Barat. Kekuatan tersebut terdiri atas 16 atlet putra dan 10 atlet putri yang akan turun pada dua nomor, yakni Indoor Handball dan Beach Handball.
Kehadiran atlet putra dan putri sekaligus menunjukkan bahwa kontingen Sumbar mengikuti persaingan melalui lebih dari satu kelompok peserta, dengan kebutuhan persiapan yang harus disesuaikan dengan nomor yang dijalani.
Sebelum bertolak ke Medan, kontingen dilepas Ketua Umum Pengurus Provinsi Asosiasi Bola Tangan Indonesia (Pengprov ABTI) Sumbar, Muhayatul, bersama Sekretaris Umum ABTI Sumbar, Dr. Septri.
Pelepasan berlangsung di Kampus Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP), Lubuk Buaya, Padang.
Dalam kesempatan itu, Muhayatul berharap para atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan menjalani setiap pertandingan dengan perjuangan maksimal.
Ia juga menaruh harapan agar keikutsertaan dalam Kejurnas menjadi ruang bagi atlet Sumbar untuk membuktikan kualitas sekaligus memperjuangkan hasil yang membanggakan bagi daerah.
Kejurnas menjadi tantangan tersendiri karena para atlet akan berhadapan dengan peserta dari berbagai daerah.
Selain menuntut kesiapan fisik dan teknik, pertandingan tingkat nasional juga menguji konsistensi permainan, komunikasi antarpemain, serta kemampuan menjaga fokus sepanjang kompetisi.
Karena itu, pengalaman bertanding dan kesiapan menjalankan strategi menjadi hal penting bagi kontingen yang membawa nama Sumatera Barat.
Medali PON Jadi Bekal, Kejurnas Jadi Tolok Ukur
Sekretaris Umum ABTI Sumbar, Dr. Septri, menyebut Sumatera Barat memiliki catatan prestasi yang dapat menjadi pemacu semangat, terutama di nomor Beach Handball.
Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, tim bola tangan Sumbar berhasil meraih medali perak pada nomor tersebut.
Hasil itu menjadi bekal penting saat tim kembali menghadapi persaingan dalam Kejurnas 2026.
Meski demikian, capaian di PON bukan jaminan hasil yang sama akan terulang. Prestasi tersebut lebih tepat menjadi acuan untuk melihat kemampuan yang sudah dimiliki sekaligus mendorong atlet menjaga standar permainan.
Setiap pertandingan di Medan akan menjadi kesempatan untuk menguji kesiapan tim, menilai hal-hal yang perlu diperbaiki, dan mengenali kekuatan lawan yang dihadapi.
Kontingen Sumbar akan turun di dua nomor dengan karakter permainan berbeda:
-
Indoor Handball: dimainkan di lapangan dalam ruangan. Nomor ini menuntut koordinasi, pergerakan cepat, serta kerja sama antarpemain untuk membangun serangan dan menjaga pertahanan.
-
Beach Handball: dimainkan di lapangan pasir. Nomor ini memiliki kondisi permainan berbeda dari pertandingan indoor, sehingga atlet perlu menyesuaikan pergerakan, teknik, dan strategi dengan karakter lapangan.
Perbedaan karakter kedua nomor tersebut membuat persiapan atlet perlu disesuaikan dengan tuntutan permainan masing-masing.
Kesiapan tim tidak cukup hanya bertumpu pada hasil sebelumnya. Atlet perlu menjalankan instruksi pelatih, menjaga kondisi selama kejuaraan, dan saling mendukung agar dapat tampil konsisten.
Pada tingkat nasional, kemampuan menyesuaikan permainan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya juga berperan dalam menjaga peluang meraih hasil terbaik.
Komposisi 26 atlet tersebut juga memberi ruang bagi pengurus dan pelatih untuk mengevaluasi kesiapan kelompok putra dan putri secara lebih terarah.
Catatan dari setiap pertandingan dapat membantu memetakan aspek yang perlu dibenahi, baik dalam koordinasi, ketahanan permainan, maupun penerapan strategi.
Menurut Septri, Kejurnas tidak semata-mata menjadi ajang memperebutkan medali. Kompetisi ini juga berfungsi untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet dan melihat sejauh mana pembinaan bola tangan di Sumatera Barat berjalan.
Hasil pertandingan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengurus dan tim pelatih dalam menyusun program pembinaan selanjutnya, termasuk memetakan aspek permainan yang perlu ditingkatkan.
Dalam kejuaraan tersebut, para atlet akan didampingi dua pelatih, yakni Irfan Oktavianus dan Gilang Nasution.
Kehadiran pelatih diharapkan membantu atlet menjaga fokus, menerapkan strategi, serta menghadapi dinamika pertandingan sepanjang turnamen.
Dengan membawa 26 atlet, pengalaman meraih perak PON, dan keikutsertaan pada nomor indoor maupun beach, tim bola tangan Sumatera Barat diharapkan mampu tampil kompetitif di Medan.
Kejurnas 2026 menjadi kesempatan bagi mereka untuk membuktikan perkembangan kemampuan sekaligus membawa nama daerah dalam persaingan bola tangan nasional.(*)



