Kekalahan dari Barcelona Jadi Akhir Xabi Alonso di Real Madrid

Madrid, KalibrasiNews.com – Langkah Real Madrid di final Piala Super Spanyol 2026 tak hanya berujung kegagalan meraih trofi, tetapi juga membawa dampak besar di kursi kepelatihan. Manajemen Los Blancos memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso tak lama setelah timnya tumbang 2-3 dari Barcelona.

Keputusan tersebut diumumkan secara resmi klub pada Senin (waktu setempat). Dalam pernyataannya, Madrid menyebut perpisahan ini sebagai kesepakatan bersama, sekaligus mengapresiasi kontribusi Alonso selama menangani tim utama.

Xabi Alonso sejatinya baru memulai petualangannya sebagai pelatih Real Madrid sejak pertengahan 2025. Namun, tekanan tinggi dan ekspektasi besar di Santiago Bernabeu membuat setiap hasil negatif menjadi sorotan, termasuk kegagalan di laga El Clasico yang menentukan juara Piala Super Spanyol.

Kekalahan dari Barcelona dianggap sebagai titik krusial. Meski sempat menunjukkan performa kompetitif di awal musim, Madrid dinilai belum tampil konsisten di sejumlah laga penting. Posisi di papan atas La Liga pun tak sepenuhnya meredam kritik yang datang dari publik dan internal klub.

Sebagai langkah cepat, Real Madrid dikabarkan langsung menunjuk Álvaro Arbeloa untuk mengambil alih tim. Mantan bek kanan Madrid itu sebelumnya menangani tim muda dan dinilai memahami kultur klub, sehingga diharapkan mampu menstabilkan performa tim dalam waktu dekat.

Pemecatan Xabi Alonso pun menambah daftar panjang pergantian pelatih di Real Madrid yang kerap terjadi saat hasil tak sejalan dengan ambisi klub. Bagi Alonso, kepergiannya menandai akhir perjalanan singkat namun penuh tekanan di salah satu klub terbesar dunia.(net)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini