PADANG, Kalibrasimews.com — Para prajurit Yonif TP 951/Pandeka Marapi bergerak sigap memimpin aksi lapangan guna tangani banjir bandang yang melanda kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (22/9/2026).
Aksi tanggap darurat ini dilakukan secara masif sejak Selasa pagi di beberapa jorong pemukiman warga yang terdampak banjir bandang yang cukup parah.
Penanganan difokuskan pada penyelamatan jiwa, pembersihan fasilitas publik, hingga pemulihan akses jalan.
Siaran press dari Penrem 032/Wirabraja yang diterima Redaksi Kalibrasinews.com, Selasa siang menyebutkan giat kali ini bentuk kepedulian terhadap masyarakat, personel Yonif TP 951/PM turun langsung ke lokasi terdampak untuk membantu proses evakuasi warga, pembersihan material lumpur dan batu, serta pengamanan di sekitar wilayah yang terdampak banjir bandang.
Di lokasi bencana, para prajurit TNI bergerak cepat menyisir setiap sudut kawasan pemukiman warga yang terendam air bercampur lumpur tebal.
Selain mengevakuasi kelompok rentan ke lokasi penampungan sementara, personel lapangan turut mengamankan barang-barang berharga milik warga setempat.
Kondisi lingkungan pascabencana banjir bandang memang memerlukan penanganan ekstra dan tenaga yang tidak sedikit.
Tumpukan endapan lumpur tebal menutupi seluruh halaman rumah, jalan lingkungan, hingga bagian dalam bangunan pemukiman warga.
Banjir bandang yang terjadi pada Senin (21/9/2026) malam tersebut membawa material lumpur dan batu hingga menutup sejumlah akses serta berdampak terhadap rumah warga dan fasilitas pemerintahan.
Sejumlah warga juga dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Derasnya air luapan yang datang secara mendadak dari arah perbukitan membuat warga tidak sempat menyelamatkan seluruh perabotan rumah tangga.
Bebatuan ukuran besar dan pepohonan tumbang turut menyumbat saluran drainase utama di kawasan tersebut.
Akibat penutupan akses jalan utama tersebut, arus lalu lintas lintas wilayah sempat mengalami kemacetan yang cukup panjang.
Kerusakan bangunan akibat banjir bandang juga dialami beberapa kantor pemerintahan daerah yang lokasinya berdekatan dengan aliran sungai.
Warga yang mengalami luka-luka langsung diberikan pertolongan pertama oleh tim medis lapangan.
Setelah mendapatkan perawatan awal, para korban dievakuasi ke posko kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sinergi Lintas Instansi Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak
Kehadiran personel Yonif TP 951/PM merupakan wujud nyata kesiapsiagaan prajurit dalam membantu masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan bencana alam.
Komitmen tinggi ini selalu diperlihatkan oleh satuan TNI dalam mengayomi warga.
Prajurit Pandeka Marapi disebar ke berbagai titik secara merata guna mempercepat pembersihan material pascabencana.
Menggunakan alat kerja manual seperti sekop dan cangkul, para prajurit terus mengeruk lapisan lumpur tebal yang menimbun pemukiman.
Bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Damkar, pemerintah daerah, serta masyarakat, personel Yonif TP 951/PM terus bersinergi dalam mempercepat proses evakuasi, pembersihan, dan pemulihan wilayah terdampak.
Kolaborasi erat seluruh elemen ini menjadi kunci penting percepatan pemulihan.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama dinas pemadam kebakaran mengerahkan armada tangki air ke lokasi.
Penyemprotan air bertekanan tinggi dilakukan untuk membersihkan sisa lumpur licin di atas permukaan aspal.
Langkah pembersihan jalan utama ini sangat vital agar jalur transportasi umum dapat segera kembali dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Keamanan dan keselamatan para pengguna jalan menjadi prioritas utama para petugas di lapangan.
Pemerintah Daerah Kabupaten Solok juga bergerak cepat mendirikan posko pengungsian utama beserta fasilitas dapur umum.
Di posko ini, logistik bahan makanan, air bersih, selimut, dan pakaian layak pakai disalurkan secara berkala kepada para pengungsi.
Partisipasi aktif warga setempat juga terlihat sangat menonjol selama proses kerja bakti pemulihan lingkungan akibat banjir bandang tersebut.
Warga bersama para prajurit bahu-membahu mengangkut bongkahan batu dan sampah kayu yang berserakan di sekitar halaman rumah.
Suasana gotong royong dan kebersamaan yang terjalin erat di lapangan mempercepat proses normalisasi lingkungan di kawasan Arosuka.
Dalam waktu relatif singkat, sejumlah sarana umum dan jalan lingkungan mulai dapat difungsikan kembali secara bertahap.
Operasi kemanusiaan ini dipastikan akan terus berlangsung sampai seluruh fasilitas umum dan rumah warga kembali bersih.
Seluruh instansi berkomitmen tetap berada di lokasi hingga situasi keamanan dan kenyamanan warga benar-benar pulih sepenuhnya.
(rel/KalibrasiNews)



