JAKARTA, KalibrasiNews.com – Pemerintah menggelar acara ‘Lebaran Bersama Rakyat’ di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Acara ini digelar sebagai upaya menghadirkan kegembiraan Lebaran yang lebih luas bagi masyarakat.
Kawasan Monas yang biasanya menjadi ikon wisata ibu kota, pada momen ini berubah menjadi ruang publik yang penuh warna dan kebersamaan.
Ribuan warga dari berbagai latar belakang tampak memadati area Monas dengan wajah antusias, menciptakan suasana Lebaran yang tetap hangat meski telah memasuki hari-hari setelah Idulfitri.
Siaran pers (Press Release) Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesian (Bakom RI) menyebutkan “Lebaran Bersama Rakyat” menjadi yang pertama kali diselenggarakan setelah Idul Fitri, dengan menggabungkan bazar UMKM, pasar murah, hiburan rakyat, hingga pembagian bantuan di kawasan Monas.
Melalui kegiatan yang dipusatkan di Monas, pemerintah menghadirkan konsep perayaan yang inklusif dan merangkul seluruh lapisan masyarakat.
Berbagai rangkaian acara mulai dari bazar hingga hiburan rakyat dapat dinikmati oleh pengunjung dari berbagai usia di kawasan Monas.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, kegiatan ini merupakan arahan langsung Presiden untuk memastikan suasana Lebaran tetap dirasakan masyarakat, bahkan setelah hari raya berlalu.
“Bapak Presiden ingin membuat nuansa kegembiraan Lebaran ini masih terasa. Sehingga mungkin untuk pertama kalinya, setelah Lebaran, di sini, di Monas, di lapangan besar ini, dibuatlah acara seperti ini,” kata Seskab di lokasi, Sabtu (29/3/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah menyiapkan 100.000 kupon senilai Rp500.000 per orang, dengan rincian Rp300.000 untuk sembako dan Rp200.000 untuk pembelian produk UMKM. Masyarakat yang hadir dapat langsung menukarkan kupon tersebut di lokasi acara.
Distribusi kupon yang diberikan kepada masyarakat menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan ini. Dengan nilai yang cukup besar, masyarakat dapat memanfaatkan kupon tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok sekaligus membeli produk lokal dari pelaku UMKM.
Skema ini dinilai efektif karena tidak hanya membantu masyarakat secara langsung, tetapi juga mendorong peningkatan transaksi ekonomi di lokasi acara.
“Jadi Bapak Presiden ingin berbagi kebahagiaan lah. Ada warga-warga dari daerah membelikan anaknya baju, sepatu, tas, perlengkapan sekolah, alat ibadah, dan sebagainya,” sambung Teddy.
Selain itu, pemerintah juga menghadirkan konsep hiburan rakyat terpadu, dengan melibatkan sekitar 1.000 pedagang kaki lima serta pelaku UMKM dari berbagai pusat ekonomi rakyat seperti Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, Pasar Ular, hingga sentra produksi di daerah seperti Bandung.
Keterlibatan ribuan pelaku usaha dalam kegiatan ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah dan sektor ekonomi rakyat.
Para pedagang mendapatkan kesempatan untuk menjual produknya kepada masyarakat dalam jumlah besar, sementara pengunjung memperoleh akses terhadap berbagai pilihan barang dengan harga terjangkau. Interaksi ini menciptakan ekosistem ekonomi yang dinamis selama berlangsungnya acara.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi bagi pelaku usaha kecil.
Produk-produk yang dijual merupakan stok pasca-Lebaran yang dapat terserap langsung, sekaligus mendorong perputaran produksi dan distribusi baru di tingkat UMKM dan pasar tradisional.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai momentum untuk menggerakkan ekonomi rakyat di masa setelah Lebaran.
“Momentum ini kan juga momentum menggerakkan ekonomi. Karena kita melibatkan kurang lebih ada seribuan usaha mikro, pedagang makanan dan minuman yang di mana di situ kan bergerak tuh,” ujar Maman.
Ia juga menyoroti dampak langsung terhadap pelaku usaha di berbagai daerah yang ikut terlibat. “Ini impact-nya juga harapan Pak Presiden untuk bisa menggerakkan ekonomi juga di momen pasca Lebaran ini,” imbuhnya.
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, disiapkan sekitar 300.000 porsi makanan dan minuman gratis, sehingga masyarakat dapat menikmati suasana Monas dengan konsep datang, makan, berbelanja, sekaligus menikmati hiburan bersama keluarga.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Berdasarkan pantauan di lapangn, lebih dari 100.000 warga telah hadir sejak sore hari dan diperkirakan mencapai sekitar 200.000 pengunjung hingga malam.
Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan dengan konsep yang lebih inovatif dan menjangkau lebih banyak wilayah.
Selain memberikan hiburan, acara ini juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat perekonomian rakyat dan menjaga semangat kebersamaan pasca Lebaran. Dengan evaluasi yang tepat, program ini berpotensi menjadi salah satu agenda tahunan yang dinantikan masyarakat.
Pemerintah membuka kemungkinan kegiatan serupa akan dijadikan agenda rutin maupun direplikasi di berbagai daerah, dengan tetap melakukan evaluasi atas pelaksanaan perdana ini.
(/rel)



