PBNU Mantapkan Langkah Indonesia Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

JAKARTA, KalibrasiNews.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan dukungan terhadap langkah Presiden RI Prabowo Subianto untuk membawa Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif internasional yang bertujuan mendorong penyelesaian konflik global, termasuk konflik Palestina–Israel.

Hal tersebut disampaikan langsung Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf usai pertemuan tokoh agama bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3//2026).

PBNU menilai, keterlibatan Indonesia dalam berbagai forum internasional merupakan bagian dari konsistensi sikap politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dijalankan pemerintah.

Dalam konteks Palestina, PBNU memandang diplomasi multilateral tetap menjadi instrumen penting untuk membuka ruang dialog, memperluas dukungan global, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu kemanusiaan dunia.

(Foto: Bakom RI)
Gus Yahya menegaskan, dukungan PBNU didasarkan pada nilai dan prinsip yang selama ini dipegang Nahdlatul Ulama

Gus Yahya menegaskan, dukungan PBNU didasarkan pada nilai dan prinsip yang selama ini dipegang Nahdlatul Ulama, khususnya dalam upaya memperjuangkan kemanusiaan dan keadilan bagi rakyat Palestina.

“Terkait dengan keadaan yang sekarang berlangsung dan peluang-peluang yang tersedia agar Indonesia bisa secara lebih konkret, lebih progresif, dan mengejar hasil yang lebih nyata untuk menolong Palestina, termasuk dengan mengikuti atau berpartisipasi di dalam inisiatif yang dibuat oleh Amerika, yaitu Board of Peace ini,” ujar Gus Yahya.

Ia menilai, kebijakan yang diambil Presiden Prabowo merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat peran Indonesia dalam membela Palestina melalui jalur diplomasi internasional yang strategis.

Selain jalur diplomasi formal, PBNU juga mendorong penguatan solidaritas masyarakat sipil lintas negara melalui kerja sama kemanusiaan, pendidikan, dan keagamaan.

Menurut Gus Yahya, peran organisasi masyarakat dan tokoh agama sangat strategis dalam membangun opini publik internasional agar penderitaan rakyat Palestina terus mendapat perhatian, sekaligus memastikan isu tersebut tidak tenggelam di tengah dinamika geopolitik global.

Lebih lanjut, Gus Yahya menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam BoP nantinya akan diiringi dengan konsolidasi bersama negara-negara Islam dan negara-negara Timur Tengah yang juga terlibat dalam dewan tersebut.

“Sehingga langkah-langkah yang dilakukan di dalam Dewan itu akan menjadi upaya yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang memiliki motivasi yang sama, yakni membela dan membantu Palestina,” lanjutnya.

Meski demikian, Gus Yahya menekankan pentingnya kewaspadaan pemerintah dalam menyikapi setiap inisiatif internasional yang berkaitan dengan konflik Palestina dan Israel. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam skema yang justru berpotensi merugikan perjuangan rakyat Palestina.

Ia menambahkan, PBNU siap berkontribusi aktif dalam berbagai inisiatif kemanusiaan, baik melalui penggalangan bantuan, advokasi perdamaian, maupun penguatan jejaring dengan lembaga-lembaga Islam dunia.

Upaya tersebut diharapkan dapat melengkapi langkah pemerintah, sehingga perjuangan membantu Palestina tidak hanya berjalan di level negara, tetapi juga mendapat dukungan luas dari umat dan komunitas internasional.

“Kami memahami langkah-langkah yang ditempuh Pak Presiden, dengan pesan agar tidak mudah terbawa arus yang nantinya justru bisa merugikan Palestina,” ucapnya.

Menurut Gus Yahya, Presiden Prabowo juga telah menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang diambil akan dijalankan dengan prinsip yang tidak bisa ditawar, yakni membela dan membantu rakyat Palestina, khususnya di Gaza.

“Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina,” tambahnya.

(Foto: Bakom RI)
Pertemuan di Istana Presiden.

Pertemuan di Istana Presiden

Mewakili ormas-ormas Islam yang hadir dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya menyatakan bahwa seluruh elemen keagamaan menaruh kepercayaan kepada Presiden Prabowo untuk melanjutkan perjuangan diplomatik Indonesia dalam membantu Palestina.

“Presiden menjelaskan secara sangat ekstensif berbagai hal yang perlu dipertimbangkan. Saya kira semua yang hadir memahami, menerima, dan bahkan mempercayakan perjuangan untuk menolong Palestina melalui upaya-upaya strategis ini,” tegas Gus Yahya.

Sejauh ini Indonesia tetap teguh membela dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Yakni berpartisipasi, di dalam inisiatif yang dibuat oleh Amerika Serikat, yaitu Board of Peace, dengan diiringi konsolidasi di antara negara-negara Islam dan negara-negara Timur Tengah yang juga berpartisipasi di dalam Board of Peace.

Yahya menambahkan, pada pertemuan tersebut, Prabowo juga menitipkan pesan agar Indonesia tidak boleh terbawa arus yang nantinya justru merugikan Palestina. Prabowo, imbuhnya, juga mengatakan bahwa seluruh langkah tersebut akan dilakukan secara hati-hati namun tetap mengedepankan prinsip perjuangan rakyat Palestina.

Dengan dukungan PBNU dan ormas-ormas Islam lainnya, pemerintah diharapkan semakin mantap melangkah di jalur diplomasi global untuk Palestina.

Sinergi antara negara dan elemen masyarakat dinilai menjadi kunci agar perjuangan kemerdekaan Palestina terus bergema, sekaligus mempertegas komitmen Indonesia dalam membela nilai kemanusiaan dan keadilan di panggung dunia.

“Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga dan membantu rakyat Palestina khususnya di Gaza, tqpi juga nanti akan dikembangkan dalam ikhtiar-ikhtiar yang lebih luas sampai kepada rakyat Palestina yang ada di Tepi Barat,” katanya.(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini