Keir Starmer dan Prabowo Dialog Soal Ekonomi dan Kerja Sama Strategis

London, KalibrasiNews.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dialog dengan Perdana Menteri atau PM Inggris, Yang Mulia Keir Starmer. Pada kesempatan itu, mereka sepakat antar kedua negara supaya dapat meningkatkan kerja sama lintas sektor termasuk ekonomi.

Dalam dialog PM Keir Starmer dan Presiden Prabowo fokus tentang kemitraan strategis antara kedua negara bakal memberikan keuntungan nyata bagi kedua negara yakni Indonesia dan Inggris.

Berdasar poin dialog, Prabowo menilai Inggris adalah mitra penting bagi Indonesia, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

Dari hasil dialog ia menilai Inggris memiliki keunggulan teknologi dan kekuatan finansial yang dapat saling melengkapi dengan potensi besar Indonesia.

Seusai dialog kedua pemimpin negara dikutip dari rilis Bakom RI pada Rabu (21/1/2026) di London, Inggris bahwa kemitraan pertumbuhan ekonomi Indonesia–Inggris ini mencakup kerja sama lintas sektor yang luas.

Mulai dari pengembangan energi terbarukan, kesehatan dan sains, bisnis dan jasa keuangan, ekonomi digital, hingga infrastruktur, transportasi, pendidikan, serta pertanian dan pangan.

“Kita memandang UK sebagai suatu partner yang nanti bisa juga berpartisipasi di dalam ekonomi kita. Mereka punya teknologi, mereka punya keuangan sangat kuat, mereka berminat untuk investasi di Indonesia, dan kita merasa bisa mendapat manfaat dari teknologi mereka, dari kemampuan keuangan mereka. Jadi saya kira partnership ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Prabowo.

Kesepakatan ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperkuat kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan.

Salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah dukungan Inggris terhadap pengembangan energi hijau di Indonesia. Inggris, yang memiliki keunggulan dalam teknologi energi pasang surut, menyatakan dukungan untuk pengembangan kapasitas energi pasang surut di Indonesia hingga 40 megawatt (MW).

Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 dan sejalan dengan rencana Indonesia menambah kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan sebesar 42,6 gigawatt (GW) sebagaimana tercantum dalam RUPTL PT PLN 2025–2034.

Selain itu, kedua negara juga menjajaki kerja sama pengembangan jaringan transmisi listrik terintegrasi berskala besar atau Green Enabling Super Grid untuk wilayah Jawa-Bali dan Jawa-Sumatera yang berbasis energi terbarukan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.

Dalam dokumen EGP yang dipublikasikan pada Selasa (20/1), Indonesia dan Inggris menyambut baik peningkatan peran lembaga keuangan dan sektor swasta dalam mendukung transisi energi di Indonesia. Kerja sama juga diperluas ke sektor keuangan syariah, ekonomi digital lintas negara, serta penguatan perdagangan produk pertanian.

Tak kalah penting, kemitraan ini turut mendorong penguatan ekosistem e-commerce dan dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih terintegrasi dalam perdagangan global.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Inggris yang telah terjalin sejak 1949 pun kini memasuki babak baru yang lebih strategis di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.(*/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini