Menuju Sekolah Adiwiyata Sumbar, SMPN 27 Padang Perkuat Budaya Bersih

PADANG, Kalibrasinews.com – Sekolah Menengah Pertama Negeri 27 Padang bertekad kuat meraih predikat Sekolah Adiwiyata tingkat kota sekaligus menembus penilaian tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Lembaga pendidikan yang berlokasi di Jalan Air Paku, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji tersebut terus melakukan pembenahan fasilitas lingkungan sekolah demi mencetak generasi muda peduli kelestarian alam.

Kepala SMPN 27 Padang, Wetty, S.Pd., menegaskan bahwa seluruh civitas akademika telah merancang serta mengeksekusi berbagai program strategis secara matang demi merealisasikan target bergengsi tersebut.

Pihak sekolah meyakini bahwa pembentukan karakter siswa yang berwawasan lingkungan harus berjalan selaras dengan pencapaian prestasi akademik siswa di dalam kelas.

Dalam keterangannya kepada awak media pada Jumat kemarin, Wetty menyampaikan bahwa program Sekolah Adiwiyata merupakan instrumen penting untuk menumbuhkan rasa cinta lingkungan pada diri peserta didik.

“InsyaAllah SMPN 27 Padang siap menuju Sekolah Adiwiyata karena kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga cinta dan peduli lingkungan,” ujar Wetty.

Guna mewujudkan lingkungan belajar yang bersih, hijau, dan sehat, sekolah telah menggulirkan Gerakan Sekolah Bersih dan Bebas Sampah yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Pembiasaan budaya hidup bersih diterapkan secara disiplin melalui jadwal piket harian serta gotong royong kebersihan lingkungan yang rutin digelar pada setiap hari Jumat.

Pihak pengelola sekolah juga secara tegas menerapkan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik di setiap sudut kawasan serta membatasi penggunaan plastik sekali pakai.

“Setiap hari ada piket kebersihan kelas dan setiap Jumat kami melaksanakan kegiatan bersih-bersih bersama sambil menerapkan pemilahan sampah serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di kantin,” jelas Wetty.

Selain fokus menjaga kebersihan kawasan, SMPN 27 Padang menggalakkan program penghijauan dengan memanfaatkan lahan kosong menjadi taman bunga, apotek hidup, dan rumah bibit.

Para murid dilibatkan secara langsung dalam proses penanaman hingga perawatan tanaman agar terbangun rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap kelestarian ekosistem lingkungan sekolah.

Fasilitas green house yang berada di lingkungan sekolah difungsikan secara optimal sebagai sarana laboratorium alam untuk menunjang kegiatan pembelajaran ilmu pengetahuan alam siswa.

“Oleh karena itu, lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar teori, melainkan juga menjadi media pembelajaran nyata bagi murid untuk mengenal dan menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Baca Juga  Resmi! Ribuan Peserta International Jam Gadang Fun Run 2026 Start hingga Finish

Konservasi Energi dan Sinergi Kaderisasi Adiwiyata Sekolah

Dalam hal pengelolaan lingkungan dan efisiensi energi, sekolah telah menerapkan berbagai langkah inovatif seperti pemanfaatan penampungan air wudu serta pembuatan lubang biopori.

Selain itu, limbah sampah organik dari sisa makanan dan daun-daun kering diolah secara mandiri menjadi pupuk kompos untuk menyuburkan tanaman di sekitar area sekolah.

Wetty menargetkan sekolah yang dipimpinnya dapat masuk nominasi Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota Padang tahun ini sebelum melangkah mantap menuju penilaian tingkat provinsi.

“Program Adiwiyata bukan hanya soal mengejar piala atau penghargaan belaka, melainkan komitmen membentuk budaya kelestarian lingkungan, sehingga kami mohon doa dan dukungan dari seluruh pihak,” pungkasnya.

Rencana besar tersebut mendapat sambutan serta dukungan penuh dari seluruh jajaran guru, staf pendidik, komite sekolah, hingga para orang tua murid.

Ketua Tim Adiwiyata SMPN 27 Padang, Teti Handayani, S.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh para siswa dalam menyukseskan program kebersihan tersebut.

Teti menyebutkan bahwa kesadaran serta budaya hidup bersih telah mulai mengakar kuat dalam keseharian para siswa selama beraktivitas di lingkungan sekolah.

“Syukur Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, budaya bersih sudah mulai terbentuk, dan kami sangat optimis bisa meraih predikat Sekolah Adiwiyata,” ungkap Teti.

Demi menjamin keberlanjutan program jangka panjang, sekolah telah membentuk Tim Kader Adiwiyata yang melibatkan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah dan anggota Pramuka.

Para kader muda tersebut dibekali berbagai pelatihan keterampilan, termasuk pembuatan ecobrick serta pengolahan limbah daur ulang menjadi aneka bentuk kerajinan tangan yang bernilai estetis.

Selain itu, setiap ruang kelas kini dilengkapi dengan pojok literasi lingkungan guna memperluas wawasan para siswa mengenai isu-isu kelestarian alam dan lingkungan hidup.

Keterlibatan aktif komite sekolah dan orang tua murid menjadi pilar pendukung utama yang semakin memperkokoh langkah SMPN 27 Padang menuju sekolah berwawasan lingkungan unggulan.

Sinergi yang erat antara pihak sekolah, peserta didik, dan masyarakat sekitar diharapkan mampu mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, asri, dan berwawasan ekologis.

Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi sekolah-sekolah lain di Kota Padang dalam menggalakkan gerakan peduli lingkungan secara berkelanjutan.

(Fadel/KalibrasiNews)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini