Imlek Festival 2577 Jadi Berkah bagi UMKM, Jadi Tempat Baru untuk Pencari Takjil

JAKARTA, KalibrasiNews.com – Imlek Festival 2577 menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain menjadi destinasi ngabuburit, festival Imlek pertama yang digelar di Indonesia ini menghadirkan beragam kuliner yang cocok untuk menu berbuka puasa.

Rilis Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia atau Bakom RI, yang mengutip Juafen menjadi seorang pedagang yang merasakan dampak positif festival ini. Ia bersyukur kehadiran Imlek Festival yang bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan.

“Toleransinya luar biasa. Bisa berkumpul, bisa berbuka puasa bersama, bisa (merayakan) Imlek,” ujar Juafen di Lapangan banteng, Jakarta dalam rilis Bakom RI pada Selasa (24/2/2026).

Bagi Juafen, hal tersebut merupakan pengalaman pertamanya berjualan di event besar seperti Imlek Festival.

Meski newbie, ia mengaku penjualannya meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Juafen menawarkan coipan vegan sebagai produk unggulan. Berbeda dari coipan pada umumnya, ia menghadirkan versi nabati yang diklaim lebih sehat.

Selain itu, ia juga menjual sushi vegan dan bakso vegan yang halal bagi umat Muslim, sehingga dapat menjadi pilihan menu berbuka puasa.

“Kita berusaha untuk menciptakan dari yang hewani menjadi yang vegan, lebih sehat, halal,” ucapnya.

Menurut dia, tingginya antusiasme pengunjung yang datang untuk ngabuburit dan berbuka puasa bersama turut mendorong peningkatan penjualan.

Hal serupa disampaikan juga oleh Novi, pedagang asal Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dia menjual pecel, gorengan, dan aneka takjil dengan harga terjangkau.

Novi mengaku sering berjualan di berbagai event bazar. Namun, ia menilai gelaran Imlek Festival ini memberikan hasil yang baik bagi usahanya, terutama dari sisi penjualan

“Kalau kemarin sih alhamdulillah ya kita bisa menjual 15 porsi untuk pecelnya saja,” ujarnya.

Novi pun menyambut baik gelaran Festival pertama di Indonesia yang menurutnya menjadi alternatif hiburan Ramadan yang terjangkau bagi masyarakat.

“Ya, bagus. Jadi kan kayak hiburan buat Ramadan juga ya. Kita bisa jalan-jalan ke sini gitu. Di sini kan gratis, dan di sini juga banyak hiburan,” ucapnya.

Ke depan, Novi berharap kegiatan serupa dapat terus diperbanyak agar semakin banyak UMKM merasakan manfaatnya.

“Untuk pemerintah ya ditingkatin lagi (event) yang kaya gini, lebih banyak lagi UMKM yang merasakan seperti gini,” katanya.

Imlek Festival 2577 tidak hanya menjadi ruang perayaan budaya, tetapi juga wadah pemberdayaan UMKM.

Imlek Festival 2577 yang berlangsung sejak 22 Februari hingga 3 Maret ini terbuka untuk umum tanpa biaya masuk dan berlangsung setiap hari pukul 15.00–22.00 WIB.

Informasi lengkap mengenai seluruh rangkaian acara dapat diakses melalui akun Instagramnya.

Tiga Sahabat Terpukau

Suasana hangat dan penuh toleransi mewarnai gelaran Imlek Festival 2577 yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta sejak 22 Februari hingga 3 Maret 2026.

Hal tersebut dirasakan langsung oleh Saras, Reni, dan Rita, tiga pekerja kantoran yang sengaja menyambangi festival tersebut untuk berburu takjil dan menikmati momen berbuka puasa bersama.

Meski festival ini berakar pada tradisi Tionghoa, mereka merasa keberagaman yang ditawarkan justru memberikan warna tersendiri di bulan Ramadan.

“Acaranya seru, makanannya banyak. Jadi, ke sini buat coba-coba (kuliner), ya,” ujar Saras saat ditemui di lokasi festival, Selasa (24/2/2026).

Ketiganya terlihat antusias menikmati berbagai hidangan yang dibeli dari gerai-gerai UMKM di area festival, mulai dari mi ayam, lontong, bakso malang, hingga es teh.

Rita mengatakan mi ayam menjadi menu favoritnya. Sementara Reni dan Saras sangat menikmati kesegaran es teh di tengah suasana festival yang meriah.

Bagi mereka, kehadiran Imlek Festival di tengah bulan suci Ramadan bukan merupakan suatu pertentangan, melainkan bentuk keindahan toleransi di Indonesia.

Ke depan, mereka berharap acara serupa dapat terus dikembangkan dengan skala yang lebih besar. “Mungkin lebih banyak adain kegiatan seni kreasi kayak gini ya, biar kebudayaan juga nyatu di sini,” ujar Saras mewakili teman-temannya.

Imlek Festival merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Festival ini menjadi contoh sinergi dalam mengangkat budaya sebagai kekuatan bangsa.

Tak hanya menampilkan budaya Tionghoa, Imlek Festival juga membuka ruang pertemuan budaya Indonesia dengan negara lain. Misalnya kolaborasi dengan Korea Selatan serta rencana partisipasi dari perwakilan Tiongkok dalam agenda Imlek nasional ini.

Imlek Festival 2577 terbuka untuk umum tanpa biaya masuk dan berlangsung setiap hari pukul 15.00–22.00 WIB. Informasi lengkap mengenai seluruh rangkaian acara dapat diakses melalui akun Instagram resmi @imlekfestival.

(/rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini